Modus Duplikat Kunci, Mahasiswi di Jogja Diduga Bawa Kabur Motor Vario
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
Perceraian - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pengadilan Agama (PA) Bantul mencatat ada ribuan perkara perceraian yang diajukan sepanjang tahun 2024. Penyebab tertinggi perceraian tersebut karena perselisihan antar pasangan.
Panitera Muda PA Bantul, Fatma Faizati menuturkan sepanjang tahun 2024 ada 1.467 perkara perceraian yang ditangani PA Bantul. Dari jumlah tersebut ada 339 perkara cerai talak dan 1.128 perkara cerai gugat. Penyebab perkara perceraian tersebut diajukan beragam.
"Penyebab perceraian tertinggi karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus," ujarnya, Selasa (7/1/2025).
BACA JUGA : Kasus Gugat Cerai di Bantul Meningkat dalam 3 Tahun Terakhir
Sepanjang tahun 2024, pengajuan perkara perceraian yang disebabkan perselisihan antar pasangan tersebut mencapai 995 perkara. Di menuturkan perselisihan antar pasangan juga menjadi penyebab tertinggi perceraian dalam tiga tahun belakangan.
"Tahun 2023 perkara perceraian yang disebabkan pertengkaran [antar pasangan] mencapai 1.208 perkara, dan di tahun 2022 mencapai 1.230 perkara," ujarnya.
Jumlah perkara perceraian yang disebabkan karena perselisihan antar pasangan tersebut cukup tinggi apabila dibandingkan dengan penyebab perceraian lainnya.
Penyebab perceraian lain yang menduduki peringkat kedua tertinggi yaitu disebabkan karena salah satu pihak meninggalkan pasangannya. Jumlah perkara yang diajukan karena sebab tersebut dalam tiga tahun belakangan mencapai puluhan hingga ratusan perkara. Tahun 2024 mencapai 77 perkara, tahun 2023 mencapai 120 perkara, dan tahun 2022 mencapai 123 perkara.
Adapun penyebab perceraian lain yang menduduki posisi ketiga penyebab perceraian tertinggi di Bantul yaitu karena masalah ekonomi. Namun, menurut dia, perceraian karena permasalahan ekonomi jumlahnya berbeda jauh dari tahun ke tahun. Tahun 2024, perkara perceraian karena masalah ekonomi mencapai 106 perkara, sementara tahun 2023 lebih sedikit hanya mencapai 6 perkara, dan tahun 2022 mencapai 22 perkara.
Penyebab perceraian lain tersebut hanya menyumbang sekitar belasan perkara dalam setahun. "Kemudian, beberapa perkara perceraian juga ada yang disebabkan karena zina, mabuk, judi, kawin paksa, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tapi jumlahnya tidak signifikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
ChatGPT kini bisa membaca beberapa tab Chrome, membandingkan informasi, mengisi formulir, mengunduh berkas, dan mengelola tab lewat mode Work.
FIJ 2026 menghadirkan pameran inovasi, seminar, diskusi, dan layanan publik. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, ko
Borneo FC menang 2-0 atas Yangon United di AFC Challenge League 2026/2027. Hasil ini disebut mendongkrak ranking Liga Indonesia di Asia.
Daftar harga BBM Pertamina, Shell, dan BP per 19 Oktober 2026. Cek harga Pertalite, Pertamax, Shell V-Power Diesel, dan BBM BP.
iPhone Duo belum memiliki jadwal penjualan resmi di Indonesia. Simak prediksi harga, spesifikasi layar lipat, kamera, baterai, dan konektivitasnya.