Advertisement
Garmen Jadi Sektor Industri Menyerap Tenaga Kerja Tertinggi di Bantul
Ilustrasi pekerja pabrik garmen. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mencatat tenaga kerja yang terserap di sektor industri garmen tahun 2024 mencapai ribuan orang. Industri garmen menjadi sektor tertinggi yang menyerap tenaga kerja di Bantul tahun 2024.
Pengantar Kerja Pertama, Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Rahadian Aditya Maulana menuturkan sepanjang tahun 2024, serapan tenaga kerja mencapai 4.665 orang. Dari serapan tenaga kerja tersebut, 50% diantaranya terserap di industri garmen.
Advertisement
BACA JUGA : Impor Baju Bekas Disebut Bikin Bos Garmen di Solo Menjerit
"Sektor industri ini [garmen] paling banyak menyerap tenaga kerja di Bantul tahun 2024," katanya, Kamis (9/1/2025).
Rahadian menyebut, tingginya serapan di sektor industri garmen tersebut mendorong target serapan tenaga kerja tahun 2024 sebesar 2.700 orang tercapai. Disnakertrans Bantul selama ini bekerjasama dengan beberapa perusahaan garmen yang ada di Bantul. Dari situ, pihaknya berupaya menjembatani informasi mengenai lowongan pekerjaan, dan seleksi untuk mengisi lowongan pekerjaan tersebut. “Beberapa proses seleksi juga dilakukan di Disnakertrans [Bantul],” ujarnya.
Selain itu, Disnakertrans Bantul juga menggelar job fair pada pertengahan tahun 2024. Dari situ, ratusan orang berhasil terserap di dunia kerja. Disnakertrans Bantul menargetkan serapan tenaga kerja tahun 2025 meningkat menjadi 3.000 orang. Dia pun optimis target tersebut akan tercapai dengan realisasi capaian serapan tenaga kerja tahun 2024.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Rumiyati menuturkan pihaknya akan menggelar beberapa pelatihan kerja untuk menunjang agar target serapan tenaga kerja tahun 2025 dapat tercapai. “Tahun ini kita ada beberapa pelatihan yang dapat langsung diakses oleh pekerja,” katanya.
Pihaknya bersama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di wilayah Bantul. Beberapa pelatihan yang akan digelar antara lain, pelatihan bahasa. Dia berharap pelatihan tersebut akan meningkatkan kemampuan tenaga kerja, sehingga peluang mereka diterima di dunia kerja semakin luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
Advertisement
Advertisement







