Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Koleksi Satwa GL Zoo diarak dan menyapa langsung pengunjung dalam rangka memeriahkan gelaran Karnaval Gembira Loka, Minggu (19/11)/Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA – Jajaran Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengunjungi Gembira Loka Zoo pada Selasa (14/1/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat pengelolaan kebun binatang tersebut termasuk perkembangan satwa yang dititip rawatkan di tempat itu dari salah satu kebun binatang di Jawa Tengah.
BACA JUGA: HTM Gembira Loka Naik Jadi Segini Selama Libur Iduladha dan Liburan Sekolah 2024
Direktur Jenderal KSDAE KLHK RI, Satyawan Pudyatmoko mengapresiasi upaya Gembira Loka Zoo atas pengelolaan kebun binatang yang baik dan memenuhi standar kesejahteraan satwa. "Kami melihat Gembira Loka Zoo sebagai salah satu model pengelolaan kebun binatang yang sudah bagus di Indonesia dan terakreditasi dengan nilai A," ujar Satyawan.
"Kami juga melihat ada pembangunan baru untuk fasilitas hewan sehingga ke depan diharapkan koleksi hewan bertambah dan edukasi semakin menarik, menjadikannya tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga tempat edukasi satwa liar," sambungnya.
Dalam kunjungan itu jajaran Ditjen KSDAE KLHK RI diajak berkeliling melihat sejumlah wahana dan koleksi satwa di Gembira Loka Zoo, mulai dari kandang gajah, orang utan, zona cakar dan lain sebagainya. Salah satu fokus kunjungan ini adalah pemantauan kondisi gajah Sumatera yang dititipkan dari Pekalongan.
Satyawan menyatakan bahwa gajah tersebut dipelihara dengan sangat baik dan kondisinya sangat memuaskan. "Kami memberikan apresiasi kepada semua pihak dalam konservasi satwa liar, salah satunya kesediaan Gembira Loka Zoo merawat gajah yang kami pindahkan dan titipkan ke sini," tambahnya.
Atas upaya tersebut Direktur Utama Gembira Loka Zoo, KMT A. Tirtodiprojo pun diganjar penghargaan oleh Ditjen KSDAE KLHK RI sebagai penyelamat spesies gajah Sumatera. Tirto menyebut bahwa penghargaan ini merupakan buah dari komitmen Gembira Loka Zoo dalam menyelamatkan spesies gajah Sumatera.
"Kami memulai upaya penyelamatan gajah Sumatera sejak tahun 2010 saat erupsi Merapi, di mana kami menyelamatkan gajah dari Borobudur dan merawatnya di Gembira Loka Zoo selama 3 bulan," jelas Tirto.
Gembira Loka Zoo juga aktif bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah dalam upaya konservasi gajah. Saat ini, Gembira Loka Zoo merawat dua ekor gajah dari Linggo Asri selama enam bulan. "Karena Linggo Asri sudah tidak mampu lagi mengelola objek konservasi, maka gajahnya kami rawat," tambah Tirto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.