Kodim Bangun Dapur Umum untuk Makan Bergizi Gratis di Bantul

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 14 Januari 2025 13:17 WIB
Kodim Bangun Dapur Umum untuk Makan Bergizi Gratis di Bantul

Foto ilustrasi makanan bergizi ideal. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Kodim 0729/Bantul membangun dapur umum di Kapanewon Sanden. Dapur umum tersebut akan digunakan untuk menyediakan makan bergizi gratis (MBG) untuk ribuan pelajar.

Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Inf. Muhidin menuturkan pihaknya mendapat perintah membangun satu dapur umum untuk menyediakan MBG di Bantul. Dia menuturkan, pihaknya memilih mendirikan dapur umum di tersebut lantaran lahan disana memenuhi syarat minimal luasan lahan untuk pendirian dapur umum.

BACA JUGA: Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul Masih Menunggu Lokasi Dapur Pengolaha

"Di situ dibangun [dapur umum] sesuai dengan perintah [pembangunan di atas] tanah angkatan darat yang punya sertifikat. Tanah kita di Koramil lain masih pinjam pakai dari Pemda," ujarnya saat ditemui di Pasar Hewan Imogiri, Selasa (14/1/2025).

Dia menuturkan lahan milik Kodim 0729/Bantul di wilayah tersebut luasnya melebihi syarat minimal pendirian dapur umum yaitu 20x30 meter. Disana ada bangunan rumah, dan lahan parkir yang akan digunakan untuk memproduksi MBG. 

Saat ini, pihaknya juga tengah mendirikan bangunan utama dapur umum tersebut. Hingga saat ini progres pengerjaan dapur umum tersebut telah mencapai sekitar 50%. "Nanti akhir Januari 2025 pembangunan dapur [umum] selesai," ujarnya. 

Dia menuturkan dapur umum tersebut akan menyediakan makanan untuk 2.584 orang pelajar. Pelajar yang akan mendapat alokasi MBG tersebut mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA di Kapanewon Sanden. 

Dia menilai masih dibutuhkan tambahan dapur umum di Bantul. Dia memperkirakan jumlah pelajar yang ada di setiap kapanewon mencapai sekitar 5.000 orang. Karena itu, menurutnya, paling tidak minimal ada dua dapur umum dalam satu kapanewon. 

Dia menuturkan hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan perintah terkait mekanisme penyediaan makanan di dapur umum tersebut. Meski begitu, dia menilai pihaknya tidak dapat merealisasikan program tersebut sendirian.

Menurutnya untuk menyediakan makanan bagi ribuan pelajar tersebut perlu tenaga kerja dari luar TNI AD. Selain itu, komoditas bahan pangan yang akan diolah pun menurutnya perlu dikerjasamakan dengan pihak lain. Hingga saat ini pun menurutnya belum ada arahan terkait mekanisme terkait penyediaan program tersebut.

"Pendistribusian dan sebagainya belum ada mekanisme pasti. Apa yang diperintahkan komando atas kita siap bersinergi dengan Pemkab dan instansi lain," imbuhnya.

Sementara sejauh ini, menurutnya, beberapa masyarakat pun telah berkomunikasi dengan pihaknya terkait dengan penyediaan lahan untuk dapur umum. "Ada beberapa masyarakat yang sudah menyiapkan lahan. Ketika nanti ditunjuk [membuat tambahan dapur umum], sudah siap," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online