Martinez Mundur, Portugal Bersiap Memulai Era Baru
Portugal memasuki era baru setelah Roberto Martinez mundur pasca-Piala Dunia 2026. Jorge Jesus disebut menjadi kandidat terkuat penggantinya.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul mulai mewaspadai adanya peningkatan sampah sebagai dampak diberlakukannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
DLH memerkirakan, jika program MBG mulai digulirkan akan ada penambahan lebih dari 10 persen sampah di Bumi Projotamansari setiap hari. Padahal saat ini produksi sampah di Kabupaten Bantul mencapai 180 ton per hari.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan meski saat ini pihaknya masih menghitung perkiraan penambahan volume sampah di Kabupaten Bantul seiring pemberlakuan program MBG. Namun, DLH telah memiliki hitungan kasar penambahan volume sampah saat diberlakukannya MBG.
"Iya [lebih dari 10 persen penambahan volume sampah]. Kalau dari aspek kami ya, kami harus persiapkan semua, termasuk alat pengolahan sampahnya. Kami juga nanti akan optimalkan program sekolah adiwiyata, agar bisa selesaikan sampah di sekolah," kata Bambang, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/1/2025).
Meski program sekolah adiwiyata itu tidak akan sepenuhnya menyelesaikan sampah dari program MBG, namun Bambang optimistis program sekolah adiwiyata mampu membantu mengatasi persoalan sampah di sekolah sebagai dampak dari program MBG.
"Yang jelas kan lebih dari 10 persen [penambahannya]. Karena kan seluruh sekolah di Bantul, bayangkan. Potensi sampah organiknya cukup tinggi. Karena jenis yang disediakan cukup memenuhi," ungkapnya.
Masih Menunggu Kejelasan
Sementara pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul sampai saat ini belum ada kejelasan. Begitu juga dengan program MBG yang akan dijalankan oleh Lanud Adisutjipto Yogyakarta.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Letkol Sus Rizwar mengatakan sampai saat ini program MBG untuk 3.000 siswa di 14 sekolah yang ada di sekitar Lanud belum bisa terlaksana.
"Kami masih menunggu perlengkapan dari BGN [Badan Gizi Nasional]. Untuk menu, semua akan diatur oleh tim BGN," katanya.
Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku sampai saat ini Pemkab Bantul masih menunggu petunjuk teknis terkait pelaksanaan MBG. Meskipun secara anggaran, Pemkab Bantul telah mengalokasikan Rp31 miliar untuk mendukung program dari Presiden Prabowo Subiyanto tersebut.
"Kami masih menunggu petunjuk teknisnya," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan meski telah melakukan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Koperasi UMK Perindustrian dan Perdagangan Bantul terkait dengan kesiapan kebutuhan bahan untuk program MBG. Namun,sampai saat ini belum ada petunjuk teknis dan kepastian kapan pelaksanaan program tersebut. "Belum ada petunjuk teknis dan kepastiannya. Kami masih menunggu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Portugal memasuki era baru setelah Roberto Martinez mundur pasca-Piala Dunia 2026. Jorge Jesus disebut menjadi kandidat terkuat penggantinya.
Mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman SNI dan mendorong lulusan memiliki sertifikat kompetensi agar siap bersaing di dunia kerja.
Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS kembali menghadirkan berbagai penawaran spesial bagi pasangan yang ingin mewujudkan pernikahan impian.
Said Iqbal mengusulkan penghapusan pajak JHT, THR, dana pensiun, dan pesangon kepada Menteri Keuangan demi meningkatkan kesejahteraan buruh.
PM India Narendra Modi berjanji kembali ke Indonesia sebelum 2029 untuk meresmikan Candi Prambanan setelah restorasi bersama rampung.
Pemkab Kulonprogo menggabungkan Disdag dan DisperinkopUKM mulai Januari 2027 demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.