SPMB SMP Bantul 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Diubah
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Rencana pemerintah untuk meliburkan sekolah selama bulan Ramadan diprotes oleh sejumlah orang tua murid di Jogja. Mereka khawatir kebijakan ini justru akan berdampak negatif pada proses belajar mengajar anak-anak.
Rudiyanto, salah satu orang tua siswa di salah satu SMA di Jogja mengungkapkan kekhawatirannya. "Saya merasa libur panjang selama Ramadan tidak akan efektif untuk anak-anak. Mereka justru akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang produktif," ujarnya, Jumat (17/1/2025).
BACA JUGA: Libur Sekolah Selama Ramadan, Cak Imin: Tidak Perlu
Sementara, Kristiono salah satu orang tua murid SMP di Jogja juga menyuarakan keberatannya. Menurutnya, murid membutuhkan rutinitas belajar yang teratur untuk menjaga kemampuan akademik mereka. "Libur panjang bisa membuat anak-anak lupa materi yang sudah diajarkan dan sulit untuk kembali fokus saat sekolah dibuka kembali," ungkapnya.
Dirinya berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali rencana libur sekolah selama Ramadan dan mencari solusi yang lebih baik untuk kepentingan pendidikan anak-anak. "Kami berharap pemerintah dapat melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk orang tua murid, guru, dan ahli pendidikan, dalam mengambil keputusan terkait kebijakan ini," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY, Suhirman, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan dan aturan resmi dari pemerintah pusat terkait wacana meliburkan siswa selama bulan puasa.
"Sampai saat ini, kami masih menunggu keputusan final dari pusat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah berkunjung ke Jogja. Beliau menyampaikan bahwa daerah diminta untuk menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat," ujar Suhirman.
Dia menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, siswa tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama bulan puasa. Kebijakan yang diterapkan adalah meliburkan siswa sebelum puasa dan beberapa hari sebelum Lebaran.
"Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, hanya durasi jam pelajaran yang disesuaikan. Jika biasanya satu jam pelajaran 45-60 menit, maka selama bulan puasa dikurangi menjadi 30-35 menit agar siswa tidak terlalu lelah saat pulang," imbuhnya.
Dikpora DIY menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan kebijakan apapun yang nantinya akan ditetapkan oleh pemerintah pusat. "Baik siswa diliburkan atau tidak, kami sudah siap. Yang terpenting adalah kebijakan yang diambil harus sudah memiliki payung hukum yang jelas," pungkas Suhirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.
Jadwal bola malam ini 18-19 Mei 2026 menghadirkan Arsenal vs Burnley, semifinal Liga Arab Saudi, hingga La Liga 2 Spanyol.
Google resmi meluncurkan Gemini Intelligence untuk Android, tetapi fitur AI canggih ini hanya tersedia di HP flagship tertentu dengan RAM minimal 12GB.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.