Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Nelayan Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Saptosari saat memeriksa jaring yang digunakan menangkap ikan di laut. / Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pantai Gunungkidul terpaksa menghentikan aktivitas mencari ikan di laut. Hal ini tak lepas adanya gelombang tinggi akibat dampak dari Siklon Tropis Sean.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, berdasarkan inforamsi yang diterima dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena siklon tropis Sean memicu terjadinya gelombang tinggi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY. Ketinggian gelombang bisa mencapai 4-6 meter.
BACA JUGA: 7 Hari Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Congot Dihentikan
“Dampak lain dari dengan siklon ini terjadinya hujan dengan intesitas ringan hingga sedang,” kata Wahid kepada wartawan, Senin (20/1/2025).
Selain terjadinya gelombang tinggi, juga membuat tiupan angin yang lebih kencang dari biasanya. Fenomena ini harus diwaspadai para nelayan karena berisik terhadap perahu yang dimiliki.
Sebagai dampaknya, kondisi ini berpengaruh terhadap aktivitas nelayan di laut. Dikarenakan cuaca dan gelombang yang kurang bersahabat, maka nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“Lebih baik tidak melaut terlebih dahulu menunggu cuaca kembali normal,” kata Wahid.
Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Mardi mengatakan kenaikan gelombang laut akibat Siklon Tropis Sean sudah berlangsung sejak seminggu lalu. Para nelayan pun memiliih untuk berhenti melaut demi alasan keamanan dan keselamatan.
“Gelombangnya tinggi sehingga nelayan memilih tidak menangkap ikan,” katanya.
BACA JUGA: Awal Desember, Nelayan Pantai Selatan Bantul Panen Ikan Layur
Selama berhenti melaut, para nelayan memilih aktivitas lainnya. Ia tidak menampik, banyak nelayan yang bercocok tanam menggarap ladang yang dimiliki. Di sisi lain, juga ada yang dipergunakana untuk memperbaiki peralatan tangkap atau perbaikan kapal yang rusak ringan.
Diharapkan dengan adanya perbaikan ini maka alat tangkap yang dimiliki bisa digunakan secara optimal saat kembali melaut. “Mudah-mudahan cuaca bisa kembali normal. Kalau sampai kapan tak melaut kami juga tidak tahu, ini tergantung kondisi cuaca saja, tapi kami berharap bisa segera melaut denga naman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.