Blue Food Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia pada 2050
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Potret aktivitas bor log di area ring road barat./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN– Sejumlah aktivitas pengeboran dilakukan di tengah Jl. Siliwangi (ring road barat) dalam persiapan pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Junction Sleman-Gamping.
Pengeboran ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah sebelum dilakukan proses konstruksi nantinya.
Aktivitas pengeboran nampak terlihat di tengah jalan ring road barat tepatnya pada area median jalan. Kegiatan ini terlihat dilakukan di beberapa titik dengan jarak antar pengeboran yang cukup berdekatan.
Humas Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2 PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto menjelaskan aktivitas pengeboran tersebut dinamakan bor log yang berfungsi untuk mengecek kekerasan tanah.
"Itu namanya bor log. Bor log itu tes tanah, melihat kekerasan tanah," terang Agung pada Rabu (22/1/2025).
Lebih lanjut Agung menjelaskan di tiap titiknya pengeboran dilakukan hingga kedalaman 30-40 meter. Tujuannya satu, melihat karakteristik tanah bakal proyek pembangunan tol nanti. Berbagai data tentang tanah akan diketahui lewat aktivitas ini.
"Itu di situ kamj bor sekitar 30-40 meter untuk mengetahui kepadatan tanah, karakteristik tanahnya itu. Untuk mengetahui data tanahnya itu," tandasnya.
Agung mengungkapkan aktivitas bor log ini dilakukan di ratusan titik yang membentang dari Junction Sleman di Tirtoadi hingga area Gamping nanti, termasuk area ring road. Kegiatan bor log ini penting untuk menentukan perlakuan pada tanah saat konstruksi nanti. "Ada beberapa titik, totalnya 104 titik," jelasnya.
Berdasarkan catatan Agung, aktivitas pengeboran ini telah rampung dilaksanakan di area dalam [bukan ring road]. Sementara untuk area ring road bor log baru dilakukan setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)
"Itu tinggal di ringroad, yang di dalam dalam sudah selesai. Karena di ring road dulu kan kami sesuaikan waktunya untuk Nataru jadi enggak boleh ngebor kan karena nanti kemacetan," ujarnya. "Jadi setelah Nataru baru kami main di tengah ring road. Yang di dalam seudah selesai semua," imbuhnya.
Selama proses pengeboran berlangsung aktivitas lalu lintas di area ring road tetap berlangsung seperti biasa. Pasalnya area pengeboran tidak memakan banyak ruang dari badan jalan yang ada.
Selain itu lumpur hasil dari pengeboran juga tidak dibiarkan bercecer agar tidak mengganggu pengendara yang melintas.
"Kami [menerapkan] Keselamatan dan Kesehatan Kerja [K3]. Untuk pengerjaan kami jaga bener untuk lingkungan keselamatan kerja maupun lingkungan. Jadi tidak boleh ada lumpur, tidak boleh ada bercecer di situ," jelasnya.
Selain itu lubang bekas pengeboran nantinya akan dikembalikan seperti awal. "Nanti kami kembalikan seperti semula kan kami cuma ngambil [untuk] tes tanah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.