Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Uji coba pengisian daya bus listrik Trans Jogja di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Terminal di depan Bandara Adisutjipto belum lama ini. - Harian Jogja / David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY tengah mengupayakan pengurangan emisi terutama di sekitar kawasan Malioboro, dengan menghadirkan bus dan becak listrik. Sayangnya, sumber listrik di Indonesia sendiri masih banyak yang menggunakan energi kotor.
Kepala Divisi Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jogja, ELki Setiyo Hadi, melihat kebijakan tersebut masih berfokus di hilir saja. “Kalau kita mau brebicara tentang transportasi yang sumber energinya listrik, listrik masih tetap membutuhkan batubara,” ujarnya, Jumat (24/1/2025).
Menurutnya, yang didorong adalah ketersediaan energi terbarukan untuk sektor kelistrikannya terlebih dahulu. “Kalau mau menerapkan energi terbarukan, seharusnya lebih dulu berkomitmen menggunakan bauran energi yang lebih sustain [berkelanjutan],” katanya.
Pengadaan bus dan becak listrik yang dianggap sebagai moda transportasi ramah lingkungan di Malioboro, menurutnya hanya gimmick untuk menunjang pariwisata. “Tujuannya lebih pada menarik wisatawan, belum pada komitmen DIY sendiri menuju zero emission,” ungkapnya.
BACA JUGA: Masuk dalam Sumbu Filosofi, Bangunan Liar di Pantai Parangkusumo Akan Ditertibkan
Terkait zero emision, apa yang menjadi masalah di iIdonesia adalah penyumbang karbon terbesar khususnya di sektor energi, yakni pembangkit listrik yang masih bersumber dari energi kotor.
Walau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berasal dari luar DIY, sebagai tujuan wisata dan pendidikan, DIY merupakan salah satu wilayah yang boros energi listrik.
Maka dengan kendaraan-kendaraan listrik itu, justru akan semakin berpotensi meningkatkan konsumsi energi dari fosil. “Apa yang dilakukan oleh Pemda DIY itu dengan kendaraan listriknya bukan untuk komitmen menuju net zero emission, melainkan kemasan untuk industri pariwisatanya saja,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Pemda DIY secara bertahap tengah menuju Malioboro Zero Emission. Beberapa kebijakan yang sudah diterapkan dalam mendukung hal ini diantaranya Malioboro Car Free Night, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pengadaan dua unit bus listrik dan 90 unit becak listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Yogyakomtek 2026 menghadirkan display interaktif berbasis AI dan robot pendidikan UBTECH untuk mendukung pembelajaran STEM di Jogja.