Advertisement
Siswa Diliburkan Sepekan Pertama Ramadan, Disdikpora Kulonprogo Minta Orang Tua Awasi Anak
Ilustrasi pembelajaran bulan puasa. - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pada bulan puasa tahun ini, pemerintah meliburkan siswa selama seminggu awal Ramadan. Terkait dengan hal itu, pemerintah mendorong sekolah menggelar berbagai kegiatan peningkatan keagaman siswa seperti pesantren kilat.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo sudah mendapat surat edaran terkait dengan kebijakan pembelajaran saat Ramadan 2025 ini dari Pusat. Sosialisasi ke sekolah-sekolah juga sudah dilakukan agar dapat dipersiapkan.
Advertisement
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi menjelaskan pihaknya tidak terlalu banyak beradaptasi dengan kebijakan tersebut lantaran Ramadan tahun sebelumnya pelaksanaanya mirip dengan kebijakan yang sekarang. “Tidak jauh berbeda, libur seminggu pertama bulan puasa, lalu nanti pembelajaran biasa. Termasuk nanti ada kegiatan peningkatan keagamaan seperti pesantren kilat,” ujar dia.
Jam pembelajaran saat Ramadan, jelas Wahyudi, juga akan dikurangi dari masa normal. “Libur dan pengurangan jam pembelajaran ini kami harap siswa dapat secara mandiri belajar di rumah, sehingga perlu pengawasan dari orang tua,” terangnya.
Dengan adanya pengawasan orang tua kepada anak selama Ramadan itu, lanjut Wahyudi, selain diharapkan siswa tidak tertinggal pembelajarannya juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. “Jangan sampai malah muncul kenakalan-kenakalan saat Ramadan karena tidak diawasi orang tua,” ungkapnya.
BACA JUGA: Catat! Ini Jadwal Libur Sekolah di Kota Jogja Selama Bulan Ramadan
Kebijakan libur dan pengurangan jam pembelajaran ini, menurut Wahyudi, didasarkan pada surat edaran bersama (SEB) beberapa kementerian. SEB No.2/2025 tentang Pembelajaran Selama Ramadan ini mengatur jadwal dan bentuk pembelajaran.
Dalam surat tersebut juga disebut libur sekolah sudah ditentukan pada 27-28 Februari serta 3-5 Maret. Meskipun sekolah libur, pembelajaran tetap diharapkan berlangsung di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat. Pembelajaran tatap muka akan berlangsung di sekolah mulai 6 Maret sampai 25 Maret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement






