Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi Besok, BPBD Sleman Minta Masyarakat Waspada

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 02 Februari 2025 17:57 WIB
Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi Besok, BPBD Sleman Minta Masyarakat Waspada

Cuaca ekstrem - ilustrasi/freepik

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi daring lintas sektor guna menanggapi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Senin (3/2) hingga Sabtu (8/2/2025).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Provinsi DIY akan diterjang hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

“Ini perlu diwaspadai seluruh masyarakat Yogyakarta. Kami stand by untuk menghadapi cuaca ekstrem itu,” kata Bambang dihubungi, Minggu (2/2/2025).

Beberapa pekan belakangan, hujan deras juga menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan. Di Padukuhan Jetis, Tirtomartani, Kalasan pekan lalu saluran irigasi dan tembok rumah ambrol dan di Padukuhan Tegalsari talut salah satu ruas jalan ambrol.

BACA JUGA: BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan Akibat Siklon Tropis

Lebih jauh, Bambang memberi lima tips bagi masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem, antara lain tetap memperbaharui informasi cuaca dari situs atau aplikasi BMKG, menyiapkan perlengkapan musim hujan, mengutamakan keselamatan dengan menaati aturan di lokasi tertentu, menyiapkan kit kesehatan, mengoptimalkan asupan gizi, dan minum air yang cukup.

Ketua Tim Kerja Penanganan Pengungsi dan Logistik Bencana BPBD Sleman, Dwi Harjanto mengatakan pihaknya telah mengirim logistik untuk kerja bakti penanganan pasca tembol dan saluran air di Padukuhan Jetis ambrol.

Adapun warga di Padukuhan Tegalsari di mana terjadi talut jalan ambrol tidak mendapat logistik. Kata Dwi, salah satu syarat pemberian logistik adalah permukiman rusak akibat bencana alam. Hal ini mendasarkan pada Peraturan Bupati No. 56/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana.

“Kalau untuk perbaikan talut jalan yang longsor silakan buat surat ke Bupati melalui kalurahan setempat,” kata Dwi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online