Karies, Kurang Gerak hingga Gangguan Mental Serang Pelajar di Bantul
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepekan ke depan. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 5 Februari akibat pengaruh dua siklon tropis, yakni Siklon 99S dan 90S yang mendekati wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad menjelaskan, saat ini kedua siklon tersebut berada di Samudera Hindia selatan dan dapat meningkatkan curah hujan secara signifikan. “Curah hujan di DIY diprediksi berada di kategori sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” ujarnya, Minggu (2/2/2025).
BACA JUGA : Prediksi Cuaca BMKG Minggu 2 Februari 2025: DIY Hujan Ringan
BPBD DIY bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memetakan daerah yang berpotensi terdampak bencana akibat cuaca ekstrem ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah wilayah pantai selatan DIY yang diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang antara 3 hingga 5 meter.
“Selain wilayah pesisir, daerah perbukitan seperti Pegunungan Menoreh dan beberapa kawasan berbukit lainnya juga masuk dalam kategori rawan longsor seperti di Kulonprogo, banyak daerah yang sudah mengalami rekahan tanah. Masyarakat diimbau untuk segera menghindari lokasi-lokasi tersebut jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama,” tambahnya.
Dalam upaya mitigasi, BPBD DIY telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. “Sekretaris daerah kabupaten/kota sudah menerima imbauan dan diharapkan dapat meneruskannya kepada masyarakat agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal,” kata Noviar.
Meskipun kondisi cuaca ekstrem diprediksi terjadi, pemerintah daerah tidak melakukan penutupan tempat wisata. Namun, ada beberapa aturan yang akan diterapkan, terutama di kawasan pantai.
“Wisata tetap dibuka, tetapi pengunjung dilarang berenang di laut saat gelombang tinggi. Untuk nelayan, jika pada 5 Februari nanti gelombang laut benar-benar meningkat, mereka dilarang melaut demi keselamatan,” ungkap Noviar.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diimbau untuk segera mengungsi atau menghindari daerah yang sudah menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah. “Jika ada rekahan tanah yang semakin melebar dan hujan turun terus-menerus, sebaiknya segera mencari tempat yang lebih aman,” katanya.
BPBD DIY juga meminta warga untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan dari petugas terkait. Dengan kesiapsiagaan sejak dini, dampak dari cuaca ekstrem ini diharapkan bisa diminimalkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.