Advertisement
Rencana Pembangunan Embarkasi Kulonprogo Tunggu Kemenag RI
Jemaah calon haji Kulonprogo sebelum diberangkatkan, Kamis (16/6/2022). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Rencana pembangunan embarkasi di Bumi Binangun sudah rampung diusulkan Pemkab Kulonprogo. Kini usulan tersebut menunggu keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono menjelaskan usulan itu sudah disampaikannya ke Pemda DIY pada Jumat (31/1/2025) kemarin. Usulan itu juga menjelaskan rencana jemaah haji yang akan dilayani di embarkasi nantinya dari DIY dan Jawa Tengah bagian barat.
Advertisement
Dalam usulan itu juga disebut rencana embarkasi akan memanfaatkan Bandara YIA yang jadi satu-satunya berstatus internasional di DIY dan Jawa Tengah. “Sekarang tinggal menunggu arahan Kemenag RI,” papar Triyono.
Triyono menyebut usulan itu disampaikan ke Pemda DIY lantaran yang berhak mengusulkan adalah gubernur. “Kemenag hanya menerima usulan dari Gubernur, kami juga sudah koordinasi dengan Pemda DIY untuk dibantu mengusulkannya jadi embarkasi,” jelasnya.
Sekda ini menyebut pihaknya tidak memberikan targetkhusus kapan realisasi pembangunan embarkasi ini. “Secara spesifik tidak kami target, bisa 2025 atau 2026, yang jelas kami berupaya terus untuk mewujudkannya,” katanya.
BACA JUGA: Rencana Bandara YIA Jadi Embarkasi Haji, Kemenag DIY Cari Tambahan Kuota
Upaya pembangunan embarkasi haji ini, jelas Triyono, tujuan utamanya untuk meningkatkan perekonomian. “Embarkasi sebagai tempat pemberangkatan jemaah haji ini punya efek domini ke pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Pertumbuhan ekonomi dari embarkasi haji, lanjut Triyono, berupa peningkatan pergerakan orang ke lokasi tersebut. “Orang berangkat haji itu paking tidak satu orang diantara 10 orang saudara atau keluarganya, banyaknya orang ini pasti punya kebutuhan seperti makan, tempat tinggal, dan lainnya kalau banyak bisa mendongkrak ekonomi dari aktivitas tersebut,” terangnya.
Melalui embarkasi haji ini, menurut Triyono, masyarakat akan banyak diuntungkan. “Paling tidak UMKM akan semakin berkembang karena pasar produk jadi terbuka makin luas, ini yang kami harap meningkatkan kesejahteraan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






