Parkir Lapangan Pemda Sleman Kini Berbayar, Akses Publik Disorot
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Ilustrasi pemberian vaksin PMK di kandang Kelompok Ternak Pandanmulyo, Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan, Rabu (29/6/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyampaikan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Handayani mencapai 100% dari seluruh alokasi dosis vaksin yang ada pada Januari 2025. Setelah capaian itu, DP3 akan kembali mendapatkan jatah vaksin dari Kementerian Pertanian.
Plt. Kepala DP3 Sleman, Suparmono mengatakan ada 2.333 dosis vaksin yang telah digunakan untuk sapi dan 161 dosis untuk kambing juga domba. Capaian tersebut mendasarkan pada laporan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) se-Sleman selama Januari 2025. “Dengan begitu kan sudah 100 persen capaiannya. Kami di Dinas Pertanian [Pangan dan Peternakan] siap menyukseskan program bulan vaksinasi nasional dalam rangka pengendalian PMK menjelang hari besar keagamaan nasional,” kata Suparmono dikonfirmasi, Kamis (6/2/2025).
Suparmono menambahkan vaksinasi serentak tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, Januari - Maret 2025 dan Juli - September 2025. Pelaksanaan vaksinasi serentak mendasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 733/KPTS/HK.160//F/01/2025 tanggal 30 Januari 2025 tentang Petunjuk Teknis Kegiatan Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku Tahun 2025.
Dia menerangkan capaian vaksinasi pada Januari yang menyentuh 100% menjadi pertimbangan bagi Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk memberi vaksin lagi hingga 273 botol atau 6.825 dosis. “Kementerian Pertanian mengirim vaksin lagi Minggu 2 Februari 2025. Kami terima sehari setelahnya di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Setelah itu kami distribusikan ke Puskeswan se-Kabupaten Sleman sesuai target masing-masing,” katanya.
Lebih jauh, Suparmono menyampaikan kasus PMK di Bumi Sembada per 4 Februari 2025 pukul 23.59 WIB menyentuh 310 kasus. Adapun sisa kasus PMK, yaitu ada 132 ternak sembuh, 22 ternak mati, dan 18 ternak potong bersyarat.
Apabila melihat dari sisi kewilayahan, kasus tertinggi ada di Kapanewon Cangkringan dengan 34 kasus, Prambanan 28 kasus, Mlati 18 kasus, Kalasan 16 kasus, Moyudan 16 kasus, Pakem 15 kasus, Ngemplak tujuh kasus, Sleman tiga kasus, dan Tempel satu kasus. Adapun delapan kapanewon lainnya tidak ada kasus PMK.
Suparmono mendorong agar peternak melakukan vaksinasi PMK mandiri. Peternak membeli vaksin PMK kemudian meminta bantuan petugas Puskeswan untuk memvaksin ternaknya. “Kalau capaian vaksinasi PMK mandiri ada sebanyak 111 ternak dengan rincian Kapanewon Kalasan sebanyak 78 ekor dan Kapanewon Pakem sebanyak 33 ekor,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.
Klasemen Asian Games 2026 berubah setelah Nurisa Dian meraih emas. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.