Produksi Terbatas, Koperasi Semesta Belum Pasok Susu untuk MBG
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman memastikan tidak ada proses pembangunan Taman Budaya Sleman di 2025. Hal ini terjadi lantaran ketiadaan anggaran.
Tim Kerja Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Rahmadi, mengatakan Paniradya Kaistimewan DIY sempat akan menyalurkan anggaran Rp5,7 miliar guna melanjutkan pembangunan Taman Budaya Sleman, khususnya untuk pengerjaan drainase, talut dan pembangunan fondasi pembatas dengan lahan warga sekitar guna mencegah kesalahpahaman lahan.
“Tapi akhirnya anggaran dicoret sehingga tidak ada pengerjaan sama sekali di tahun ini. Anggaran terdampak rasionalisasi,” kata Rahmadi saat dihubungi, Senin (16/6/2025).
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Edy Winarya, mengatakan Taman Budaya Sleman akan menghadirkan ruang pamer, pentas, eksplorasi, panggung terbuka, dan sebagainya menjadi wujud kehadiran Pemerintah dalam memfasilitasi seniman dan budayawan untuk beraktivitas atau berekspresi.
BACA JUGA: Polemik Pengolahan Sampah di ITF Niten, Pemkab Janji Tak Tambah Kapasitas
Menurutnya, keberadaan taman budaya penting untuk menumbuhkembangkan ekosistem kebudayaan melalui ekspresi kreativitas, pameran, hingga pengembangan festival budaya.
Pembangunan Taman Budaya Sleman dimulai setelah Pemkab Sleman membebaskan lahan seluas 2,5 hektare di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. Pembangunan dimulai pada 2022 dengan kebutuhan total anggaran Rp146 miliar.
Menurut Edy, pembangunan Taman Budaya Sleman sejalan dengan Undang-Undang No.5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ada 10 objek pemajuan kebudayaan, yaitu tradisi lisan; manuskrip; adat istiadat; ritus; pengetahuan tradisional; teknologi tradisional; seni; bahasa; permainan rakyat; dan olahraga tradisional. Peningkatan pemahaman terhadap 10 objek pemajuan kebudayaan perlu dilakukan bersama-sama dengan masyarakat.
“Gubernur DIY memiliki program strategis untuk mendirikan taman budaya di kabupaten/ kota di DIY. Kebijakan strategis ini merupakan upaya pengembangan kebudayaan. Dengan begitu predikat keistimewaan menjadi lebih kokoh,” kata Edy, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan aturan keselamatan transportasi, termasuk asesmen direksi dan komisaris operator transportasi publik.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.