Advertisement
YKC10K 2026 Digelar 8 Februari, Tantang 1.000 Pelari di Jogja
YKC10K 2026 digelar 8 Februari di Jogja, diikuti 1.000 pelari dengan COT tercepat di Indonesia dan dukungan penuh sport tourism DIY. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ajang lari Yogyakarta City 10K (YKC10K) 2026 dipastikan kembali digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan rute start dan finish di Jalan Suryatmadjan, kawasan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Event sport tourism ini akan diikuti sekitar 1.000 pelari dari berbagai daerah dan menjadi salah satu agenda olahraga yang paling dinanti di Kota Jogja.
YKC10K 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi lari jarak 10 kilometer, tetapi juga menetapkan Cut Off Time (COT) ketat selama 70 menit. Dengan batas waktu tersebut, peserta disarankan menjaga pace rata-rata sekitar 6 menit 30 detik per kilometer agar dapat menyelesaikan lomba sesuai ketentuan.
Advertisement
“Harapannya para peserta bisa memenuhi waktu 70 menit itu ya, karena memang YKC10K tidak ada gimmick, semuanya murni untuk lari. Sehingga kami meminta peserta benar-benar siap secara fisik,” kata Ricky Kurniawan, Project Manager YKC10K 2026, Senin (2/2/2026).
Standar COT tersebut menjadikan YKC10K sebagai salah satu event lari paling kompetitif di Indonesia, meskipun tetap inklusif bagi pelari pemula hingga tingkat menengah. Bahkan, YKC10K tercatat memiliki COT tercepat dibandingkan sejumlah lomba lari lain di Tanah Air.
BACA JUGA
“Ada beberapa influencer yang nanti akan ikut, salah satunya Dokter Tirta bersama komunitasnya,” ujarnya.
Antusiasme peserta tidak hanya datang dari pelari lokal Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Tingginya minat ini memperkuat posisi YKC10K sebagai magnet sport tourism sekaligus penggerak pariwisata olahraga di Yogyakarta.
Berkaca pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, rata-rata waktu finis peserta berada di kisaran 56 menit. Dari seluruh pelari yang berpartisipasi, hanya tiga orang yang tercatat melewati batas COT, mencerminkan kesiapan peserta serta karakter rute yang menantang namun masih realistis untuk ditaklukkan.
Race Director YKC10K 2026, Septiyadi Pityanta, menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kenyamanan peserta menjadi fokus utama dalam pelaksanaan lomba tahun ini.
“Kami menyiapkan pengamanan rute, water station, serta dukungan medis yang memadai agar seluruh peserta dapat berlari dengan aman dan fokus mencapai garis finis,” katanya.
Penyelenggaraan YKC10K 2026 juga mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata DIY. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis olahraga, meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota yang ramah bagi komunitas pelari.
Perwakilan Jorace Sport Event Organizer, Dian Isnawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan YKC10K 2026 dirancang dengan standar profesional untuk menghadirkan pengalaman lomba yang aman dan berkualitas.
“YKC10K bukan sekadar lomba lari, tetapi juga tantangan personal bagi setiap pelari untuk menaklukkan targetnya sendiri, sambil menikmati atmosfer berlari di tengah Kota Jogja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








