Advertisement
Keracunan Massal di Tempel, Pasien yang Dirawat Inap Bertambah Jadi 39 Orang
Ilustrasi opname / ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah warga yang bergejala keracunan usai menyantab hidangan hajatan di Tempel terus bertambah. Warga yang diopname kini mencapai puluhan orang.
"160 untuk kasusnya, yang opname 39, kalau yang observasi ini sudah mulai berkurang tinggal 10-an, beberapa sudah pulang," jelas Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati ditemui di posko pada Senin (10/2/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Advertisement
Diana menjelaskan sejumlah warga ada yang merasakan nyeri yang sangat kuat sehingga harus diopname. Beberapa juga diopname karena mengalami panas yang tak kunjung turun.
"Beberapa ada yang tadi nyeri, sangat nyeri kayak gitu, nyeri otot, ada yang memang panasnya kok tidak turun-turun sudah dikasih obat macam-macam, terus ada yang diarenya juga tetap banyak dan dehidrasinya dari dehidrasi ringan menjadi dehidrasi sedang kayak gitu gejala-gejalanya [sehingga dirujuk opname]," tandasnya.
Selain itu warga yang punya komorbid juga dirujuk untuk opname di rumah sakit. "Tadi beberapa ada yang lansia, lansia itu kemungkinan besar sudah kami rujuk dari awal," ujarnya.
"Biasanya tidak kami observasi kalau memang sudah dari awal sudah ada komorbid yang memang kami tidak bisa menangani ya langsung kami rujuk," imbuhnya.
BACA JUGA: Kronologi Ratusan Warga Tempel Sleman Keracunan Massal Seusai Santap Menu Hajatan
Sejauh ini Diana belum mengetahui apakah sudah ada pasien opname yang dipulangkan dari rumah sakit. Namun warga yang diopname di Puskesmas hingga menjelang sore ini belum dipulangkan.
"Kalau di yang di Puskesmas juga belum sih, berarti kemungkinannya belum ada yang dipulangkan karena emang yang diopname itu termasuk kasus yang cukup berat," tegasnya.
Diana menambahkan sementara posko diaktifkan 2×24 jam. Harapannya kasus mulai menurun dan posko bisa ditutup.
"Nanti kami evaluasi lagi sementara baru 2x24 jam untuk poskonya, mudah-mudahan nanti kalau sudah melihat kasusnya sudah turun sebagainya kita akan segera tutup aja," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









