Indonesia Borong 2 Emas di WCS Guiyang, Raharjati-Rajiah Juara
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Sekda Bantul Agus Budi Raharja
Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul menyatakan saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menerapkan Work For Anywhere (WFA). Sejumlah persiapan pun tengah dilakukan agar WFA nantinya efektif dan optimal saat diterapkan.
"Kita sedang menuju ke sana [WFA]. Ada atau tidak perintah dari pusat, kami menuju kesana," kata Sekda Bantul Agus Budiraharja, Kamis (13/2/2025).
Saat ini kata Agus, pihaknya mulai mempersiapkan diri untuk penerapan WFA. Salah satunya adalah dengan perbaikan presensi ASN di lingkungan Pemkab Bantul. "Termasuk pemantauannya. Kita sudah menuju kesana," tandas Agus.
Agus juga menyatakan keinginan menerapkan WFA ini bukan karena sebagai dampak kepanikan karena adanya efisiensi anggaran yang diperintahkan oleh Pemerintah Pusat, ataupun karena Inpres No.1/2025. Pemkab Bantul sudah lama merencanakan akan menerapkan WFA bagi ASN dan pegawai di lingkungannya.
"Sekali lagi ini bukan karena urusan efisiensi. Tapi ini memang lebih ke efektivitas kerja yang kita dasarkan. Memang efektivitas kerja nanti akan berdampak ke efisiensi, karena kan dengan WFA bisa efektif dari segi waktu, anggaran dan sebagainya," jelas Agus.
Agus mengungkapkan, Pemkab Bantul telah melakukan kajian terkait rencana penerapan WFA. Salah satunya adalah dengan berkunjung dan belajar dari Pemprov Jawa Barat yang telah mendeklarasikan diri melakukan WFA.
"Kita juga adopsi aplikasinya sana, dan memang menuju kesana. Kalau kapan pelaksanaannya, ya, nanti kalau sudah siap semua," papar Agus.
BACA JUGA: Dampak Efesiensi Anggaran, Pemda DIY Kaji Penerapan Work From Anywhere Bagi ASN
Agus menyatakan saat ini pihaknya terus mempersiapkan sejumlah instrumen yang mendukung pelaksanaan WFA. Selain itu, Agus juga melihat adanya perintah efisiensi sebagai satu hal yang bisa digunakan oleh pemerintah pusat untuk menerapkan WFA di daerah.
"Karena kan dorongan regulasinya kan bisa lebih cepat. Kalau kita memang sudah mendeklarasikan diri akan menuju kesana [WFA]. Kami juga belajar dari kondisi Pandemi Covid-19 kemarin," ungkap Agus.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul, Isa Budi Hartomo mengatakan, pihaknya masih menunggu kejelasan terkait pelaksanaan WFA di lingkungan Pemkab Bantul. Isa juga melihat, sampai saat ini belum ada perintah dari pemerintah pusat terkait dengan pelaksanaan WFA akibat adanya efisisensi anggaran.
"Yang jelas kok sepertinya dampaknya tidak terlalu mengguncang [sampai penerapan WFA]. Tapi kami masih menunggu perkembangannya nanti," ucap Isa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pelatihan dan navigasi udara Indonesia yang berstandar internasional.
Kereta kelinci membawa 46 warga Desa Beji terguling di Gunung Pegat Klaten. Empat penumpang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
AISITS merekam jejak Virgo Transport 8 hingga pukul 22.33 WIB dengan kecepatan 12,9 knot sebelum sinyal kapal berhenti terdeteksi.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Muskot Percasi Solo 2026 berlangsung panas. Peserta mempersoalkan kehadiran klub baru, sementara pimpinan rapat menyebutnya dinamika organisasi.