Advertisement
Pemkab Sleman Berencana Memperluas Kawasan Car Free Day

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana memperluas Kawasan Car Free Day (CFD) yang saat ini baru ada di Kalurahan Tridadi, Sleman. Rencana perluasan ini semakin mendesak lantaran kawasan tersebut berada di area pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana mengatakan kawasan yang berada di Kalurahan Tridadi tersebut juga berdampingan dengan pos pemadam kebakaran.
Advertisement
“Memang ada harapan perluasan. Soalnya Kawasan Car Free Day di sini [sekitar Lapangan Pemda Sleman] terbatas. Ada rumah dinas dan pos pemadam kebakaran,” kata Arip ditemui di Kantor Bappeda Sleman, Jumat (21/2/2025).
BACA JUGA: Sleman Jadwalkan Car Free Day 20 Kali Selama 2024
Khusus pos damkar, kata Arip memiliki kekhususan di mana penanganan yang mereka lakukan di setiap kejadian kebencanaan seperti kebakaran harus cepat. Sebab itu, mobilitas armada tidak boleh terganggu oleh aktivitas kerumunan.
Apalagi respon time pemadam kebakaran Sleman baru mencapai 52,27%. Padahal standar nasional untuk pelayanan minimal pemadam adalah 15 menit.
Lebih jauh, Arip menerangkan perluasan kawasan car free day mensyaratkan kajian terlebih dahulu. Apabila melihat kawasan di Tridadi itu, ada trotoar yang dapat digunakan untuk warga berjalan-jalan. Ada juga sarana-prasarana olah raga yang dibangun Pemkab di sisi timur lapangan.
“Kalau mau menutup jalan juga mudah, soalnya sudah masuk kawasan kan. Beda dengan daerah lain seperti di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang harus menutup jalan,” katanya.
Arip juga menyinggung ihwal kesehatan masyarakat. Menurut dia, keberadaan Kawasan Car Free Day dapat menjadi pendorong bagi masyarakat agar mau berolah raga. Kebiasaan berolah raga inilah yang coba Pemkab Sleman upayakan melalui fasilitas kawasan dan sarpras olah raga.
BACA JUGA: Asyik! Dapat Gelontoran Dana Ratusan Juta Rupiah, CFD di Sleman Bakal Digelar Lagi
Penggunaan kendaraan pribadi pun dapat dikurangi apabila Pemkab menyediakan ruang aman dan nyaman untuk pejalan kaki. “Pejalan kaki itu prioritas kami. Membangun kebiasaan jalan kaki tidak mudah. Kita sudah terbiasa pakai kendaraan bermotor, bahkan ketika jaraknya dekat,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan CFD yang saat ini ada di Kalurahan Tridadi bukan hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolah raga, namun juga memberdayakan ekonomi masyarakat dengan menjual produk UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Polda Jateng Ungkap Hasil Pemeriksaan 4 Anggota Terkait Permintaan Maaf Band Sukatani
Advertisement

Menikmati Gua-Gua yang Tidak Boleh Dilewatkan saat Berwisata ke Turki
Advertisement
Berita Populer
- Koperasi Diwacanakan Bisa Kelola Tambang, Ini Kata Menkop Budi Arie
- Komisi D DPRD DIY Cek Pengelolaan Arsip di DPAD DIY
- Ini Saran Pemkab Bantul agar PSIM Bisa Gelar Final Liga 2 dengan Penonton di SSA
- Pasar Ikan Gawok Bergeliat Lagi, Kulonprogo Kini Punya Pusat Pengembangan dan Edukasi Perikanan
- Kalurahan di Sleman Masih Melakukan Penyesuaian Rencana Penggunaan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan
Advertisement
Advertisement