Advertisement

Ribuan Orang di Sleman Kena Diabetes, Kecenderungan Pasien Bergeser ke Anak Muda

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 27 Februari 2025 - 16:07 WIB
Maya Herawati
Ribuan Orang di Sleman Kena Diabetes, Kecenderungan Pasien Bergeser ke Anak Muda Diabetes / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat kasus diabetes melitus (DM) pada 2024 mencapai 2.268 kasus. Usia penderita DM rata-rata 50 tahun hingga 60 tahun. Kecenderungan pasien kini perlahan bergeser ke usia 30-an tahun.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan kasus DM mulai banyak dilaporkan pada kalangan muda, sekitar 30 tahun. Hal ini ada kaitan dengan gaya hidup kalangan muda.

Advertisement

“Pemicu terbesar itu gaya hidup yang tidak sehat. Pola Makan dengan gizi yang tidak seimbang, kalori tinggi, sementara aktivitas fisik kurang, jam tidur hingga stres yang tidak terkelola dengan baik,” kata Yuliati dihubungi, Kamis (27/2/2025).

Yuliati menyinggung mengenai budaya nongkrong di kalangan muda sembari menikmati kopi susu. Tidak ada persoalan mengenai budaya ngopi susu. Hanya, dia mengimbau agar pemuda tetap memerhatikan pola tidur dan mengimbangi dengan aktivitas fisik minimal 150 menit per pekan.

Adapun batas konsumsi gula pasir adalah 10% dari total energi per orang per hari. Konsumsi tersebut setara dengan gula empat sendok makan per orang per hari atau 50 gram per orang per hari.

Disinggung tentang gula jawa sebagai pengganti gula pasir, Yuliati menjelaskan semua pemanis memiliki kandungan glukosa yang dapat menyebabkan kadar gula naik. Konsumen perlu melihat indeks glikemik pemanis.

Semakin rendah indeks tersebut, semakin baik untuk dikonsumsi. Gula jawa atau gula merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada gula pasir.

Meski begitu, konsumen tidak dapat serta-merta bebas mengonsumsi gula jawa dalam jumlah banyak. Gula pun, kata dia juga dihasilkan dari berbagai panganan lain yang mengandung karbohidrat. Kunci utama dalam konsumsi gula adalah keseimbangan antara kalori yang masuk ke tubuh dengan aktivitas fisik dan istirahat yang cukup.

“Tahun 2023 itu angka kasus diabetes baru 2.123 kasus. Kasus memang kumulatif dari kasus DM tahun-tahun sebelumnya. Sekali seseorang terdiagnosa diabetes, maka orang tersebut akan tercatat dalam barisan angka kasus diabetes di setiap tahunnya,” katanya.

Penyakit diabetes perlu menjadi perhatian masyarakat, utamanya kaum muda saat ini. Apabila diabetes tidak terkendali, maka pembuluh darah secara perlahan akan terdampak; termasuk kerusakan pada pembuluh darah besar di jantung yang dapat berujung pada penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak.

BACA JUGA: Viral Oplosan BBM, Pakar Otomotif Sarankan Jangan Asal Campur RON 90 dan RON 95 Bisa Berdampak Negatif

Selama ini, Dinkes Sleman telah dan terus melakukan upaya pencegahan penyakit diabetes di masyarakat. Upaya-upaya tersebut antara lain digelar melalui program Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) dan cek kesehatan gratis untuk mendeteksi PTM sejak dini.

Ada juga program kebugaran yang bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga. Program ini akan membantu mengelola tingka kebugaran masyarakat sesuai kelompok usia dan kerentanan.

Pemkab Sleman juga menyediakan jogging track melalui DLH Sleman di berbagai kapanewon. Total ada tujuh lokasi sarana jogging tersebut, yaitu ada di Kompleks Pemda Kabupaten Sleman; Kalurahan Donokerto, Kapanewon Ngaglik; Sidoagung, Turi; Maguwo, Godean; Banyurejo, Depok; Bokoharjo, Prambanan; dan di Kapanewon Tempel.

Program lain ada program masyarakat tangguh sehat jiwa (Mata Hati). Program ini menyediakan layanan telekonsultasi online oleh Psikolog Puskesmas yang dikoordinir Dinkes Sleman. Layanan ini memfasilitasi warga yang membutuhkan bantuan untuk mengelola stres secara terjangkau.

“Program layanan ini bahkan telah meraih penghargaan Top 99 Inovasi Layanan Publik dari Kemenpan-RB 2022,” ucapnya.

Terakhir, Puskesmas juga telah memfasilitasi masyarakat yang ingin berhenti merokok melalui Klinik Berhenti Merokok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Presiden Prabowo, SBY dan Jokowi Diguyur Hujan Saat Ikuti Parade Senja di Akmil Magelang

News
| Kamis, 27 Februari 2025, 21:12 WIB

Advertisement

alt

Sempat Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem, Ranu Regulo di Kawasan Bromo Tengger Semeru Dibuka Kembali

Wisata
| Sabtu, 22 Februari 2025, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement