29 Juli: Mengenang Pahlawan TNI AU dan Hari Harimau Sedunia
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Ilustrasi mobil melewati banjir./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—BPBD Bantul mengaku telah memetakan sejumlah daerah yang rawan genangan, utamanya saat hujan deras. Meski demikian, BPBD Bantul selama ini mencatat daerah yang tergenang tersebut, tidak sampai menyebabkan banjir yang cukup lama.
"Memang ada beberapa lokasi yang kadang mengakibatkan genangan air, tapi tidak sampai banjir. Karena setelah beberapa jam kemudian hujan reda, genangan air itu berangsur surut. Bisa dikatakan genangan terjadi karena drainase, karena aliran sungai di Bantul juga selama ini masih dalam batas aman," kata Kepala BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta, Sabtu (1/3/2025).
Agus justru memilih fokus kepada penanganan terhadap sejumlah kerusakan akibat bencana alam yang terjadi Senin (24/2/2025) sore. Sebab, BPBD Bantul mencatat ada 27 unit rumah rusak, 66 pohon berdiameter besar tumbang hingga mengganggu akses jalan dan termasuk jaringan listrik di 18 titik.
"Dari jumlah tersebut ada tiga titik yakni dua kejadian tanah longsor dan satu jalan amblas yang segera butuh penanganan. Oleh karena itu, kami ajukan untuk bisa menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp100 juta," lanjut Agus.
Dana BTT tersebut akan dialokasikan untuk tiga titik yakni talud yang ambrol di bantaran Sungai Celeng, Wukirsari, Imogiri; jalan desa di Bojong, Wonolelo dan SD Dodokan, Jatimulyo, Dlingo.
BACA JUGA: 6 Orang yang Diduga Terlibat Tawuran di Jalan Parangtritis Ditangkap
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan BPBD dan DPUPKP Bantul terkait kerusakan akibat bencana alam yang terjadi di awal pekan ini.
Dari hasil rapat disimpulkan bahwa Pemkab Bantul akan menggunakan anggaran BTT senilai Rp100 juta untuk perbaikan di tiga titik, yakni talut yang ambrol di bantaran Sungai Celeng, Wukirsari, Imogiri; jalan desa di Bojong, Wonolelo, Pleret dan SD Dodokan, Jatimulyo, Dlingo.
Berdasarkan asesmen dan perhitungan dari BPBD Bantul, kata Hermawan, untuk talut yang ambrol di bantaran Sungai Celeng, Wukirsari, Imogiri dibutuhkan anggaran senilai Rp40 juta. Sedangkan untuk perbaikan jalan desa di Bojong, Wonolelo, Pleret yang putus dibutuhkan anggaran senilai Rp50 juta.
"Sementara untuk yang di SD Dodokan, Jatimulyo, Dlingo estimasi kebutuhan sekitar Rp10 juta," terang Hermawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Prakiraan cuaca DIY hari ini, Kamis 30 Juli 2026. BMKG memprediksi cuaca cerah di seluruh wilayah Yogyakarta dengan suhu berkisar 21-30 derajat Celsius.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 28 Juli 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.