Arca Dewa Kekayaan di Pantai Baron Segera Jadi Cagar Budaya Baru
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Makan siang bergizi gratis. - Foto Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelaksanaan makan bergizi gratis di Gunungkidul akan bertambah. Hal ini tak lepas dari rencana pembangunan dapur sehat untuk pengolahan di Kapanewon Rongkop.
Komandan Kodim 0730/GK, Letol Inf Roni Hermawan mengatakan, sejak diluncurkan pertama kali di 17 Februari 2025, sudah ada dua dapur sehat yang beroperasi. Lokasi pertama berada di kompleks Kodim dan satunya lagi merupakan dapur sehat mandiri yang didirikan di Kapanewon Tepus.
“Masing-masing untuk melayani 3.000 warga penerima sasaran,” katanya, Senin (3/3/2025).
BACA JUGA: Pemberian MBG selama Ramadan, SPPG Lanud Adisutjipto Pilih Tunggu BGN
Dia menjelaskan, 120.000 siswa masih dibutuhkan sekitar 40an dapur sehat untuk pengelolaan. Rencananya dalam waktu dekat akan didirikan di Kapanewon Rongkop.
“Masih rencananya, tapi nanti kalau ada groungbreaking pastik akan kami infokan. Yang jelas, akan menambah di Kapanewo Rongkop agar bisa melayani program makan bergizi gratis untuk 3.000 orang,” ungkapnya.
Menurut Roni, untuk mencapai target sasaran memang dibutuhkan proses pembangunan dapur sehat sesuai dengan rencana. Meski demikian, pelaksanaan dilakukan secara bertahap.
“Sama seperti yang sudah berjalan, prosesnya juga bertahap. Misalnya untuk dapur sehat di Wonosari, awalnya baru dua sekolah dan seiring perjalanan sudah melayani untuk empat sekolah,” katanya.
Roni menambahkan, upaya evaluasi terhadap program yang berjalan juga terus dilakukan. Hal ini sebagai upaya memastikan pelaksanaan makan bergizi gratis di Gunungkidul dapat berjalan dengan baik. “Intinya saya pribadi lebih mengutamakan kualitas, baru kuantitas pelaksanaannya,” katanya.
BACA JUGA: Menu Makan Bergizi Gratis saat Puasa di Gunungkidul Bisa Dibawa Pulang
Diungkapnnya, selama Bulan Puasa ada perubahan menu yang disajikan kepada para murid. Di hari biasa menu terdiri dari makanan basah berupa nasi, lauk, sayur, buah hingga susu.
“Kalau Puasa lebih ke makanan kering yang bisa dibawa pulang. Ini terdiri dari telur, kurma, susu, biskuit hingga buah,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, telah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan makan bergizi gratis yang dimulai sejak 17 Februari 2025. Hingga saat ini, ia mengklaim pelaksanaan berjalan dengan lancar dan aman.
“Pengawasan penting untuk memastikan program berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut dia, petugas puskemas telah disiagakan agar mengambil langkah cepat saat terjadi hal yang tak diinginkan. “Sudah kami koordinasikan. Petugas puskesmas telah siap mengambil tindakan Ketika terjadi kejadian seperti keracunan agar tertangani dengan cepat,” katanya.
Selain itu, sambung Ismono, sebelum program dijalankan juga telah memberikan pelatihan dan pembekalan kepada petugas yang dipersiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk keamanan. “Ada 49 petugas yang dipersiapkan untuk memastikan keamanan pangan serta memahami standarisasi kesehatan dalam penyediaan makanan,” ungkapnya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.
Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 dan melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2026.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Otoritas Eropa menyita lebih dari 200.000 kondom yang diduga tidak memenuhi standar kesehatan setelah masuk pasar dengan deklarasi sebagai mainan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.