Advertisement
Cerita Lengkap Alumnus UIN Sunan Kalijaga Temukan Senyawa Anti-Kanker pada Anggur Laut

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Alumnus Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Jogja, Fahrul Nurkolis, berhasil menemukan senyawa anti-kanker dan anti-diabetes pada anggur laut.
Usianya belum genap tiga dekade, tetapi Fahrul bersama dengan timnya mampu menemukan senyawa anti-kanker Caulerpin dan Caulersin serta senyawa anti-diabetes PuRuLine (Pudjialanine Rudyline).
Advertisement
Fahrul mengaku sejak kecil memiliki rasa keingintahuan yang kuat. "Jadi keinginan tahuan saya itu memang sudah kecil," kata dia. Jadi saya selalu mempertanyakan, bagaimana kalau ini bagaimana seperti ini, bagaimana kalau ini diginikan dan lain sebagainya. Dari situ saya beranjak berpikir, overthinking yang lebih baik itu kan disalurkan melalui produktivitas itu," ungkapnya, Selasa (4/3).
Belum lagi, ibu Fahrul yang menderita tumor otak menjadikannya ingin bergerak melakukan sesuatu dengan potensi bahan alam yang ada di Indonesia. Kegigihaannya dalam meneliti membawa Fahrul selangkah lebih dekat dalam membantu penyembuhan pasien kanker dan diabetes. Tak hanya keluarganya, temuan Fahrul akan sangat berarti bagi keluarga-keluarga lainnya. "Ibu saya itu kena tumor otak dan ada bude saya ada juga kena diabetes. Jadi memang panggilan untuk kayaknya kalau dengan hanya mengandalkan kimia sekarang ini, bahan kimia itu kurang ya. Apalagi di Indonesia ini kanker dan diabetes itu sangat tinggi. Jadi berawal dari situ."
Selain itu, sejak dulu Fahrul punya ketertarikan pada bahan alami atau bahan herbal. Dari sana pria berusia 24 tahun ini banyak meneliti bahan-bahan alami, mulai dari bawang dayak, sarang burung walet, hingga anggur laut.
"Ketika kita jalan, itu aja sudah banyak rumput, banyak tanaman dan sebagainya yang di mana itu pasti ada manfaatnya, tidak mungkin tidak ada manfaatnya. Ya, dari situ melihat bahwa potensi daripada bahan alam Indonesia, termasuk tanaman-tanaman herbal itu tadi itu belum dieksplorasi, sedangkan kita ini di era yang sekarang itu ada penyakit berbagai macam, seperti diabetes utamanya dan kanker," kata Fahrul.
Fahrul kemudian tertarik mengeksplorasi kekayaan bahan alam di Tanah Air itu. Dengan pendekatan teknologi terkini, Fahrul mendeteksi senyawa-senyawa yang terkandung dalam bahan herbal termasuk anggur laut. "Jadi anggur laut itu sering dikonsumsi masyarakat Indonesia, tetapi potensinya banyak. Tapi hanya dimanfaatkan, dimakan aja gitu," ungkapnya.
Pria asal Madiun itu bercerita penelitian anggur laut dimulai 2021 lalu. Butuh waktu setahun bagi Farul hingga akhirnya berhasil menemukan senyawa anti-kanker dan anti-diabetes.
"Awal itu tentunya eksplorasi ya, di mana tempat yang banyak anggur laut itu. Ternyata di Jawa ini ada, dulu Sulawesi Utara saya pertama. Di Jawa ini di Jepara tentunya itu ada budi dayanya ternyata. Dari situ saya mulai eksplorasi pesisir pantai yang potensi ada banyak anggur lautnya," ungkapnya.
Tim peneliti yang didalamnya termasuk Fahrul berhasil mengungkap potensi anggur laut sebagai kandidat obat alami untuk penyakit kanker dan diabetes. Penelitian ini mencakup proses panjang mulai dari pengambilan sampel hingga pengujian aktivitas biologis yang dilakukan dengan metode mutakhir.
Pada pengujian sampel, sampel anggur laut (Caulerpa spp.) dipilih dari wilayah dengan kualitas air terbaik untuk memastikan kandungan bioaktif yang optimal. Setelah dikumpulkan, anggur laut dijelaskan Fahrul harus segera disimpan dalam kondisi khusus untuk menjaga stabilitas senyawa alaminya sebelum dibawa ke laboratorium.
Secara sistemnya, senyawa anti-kanker dalam anggur laur bisa mematikan sel kanker. Kanker payudara, kanker paru, kanker usus dan sebagainya ternyata bisa dimatikan yang semula selnya banyak bisa jadi sedikit.
Pada pengujian kanker, tim mengambil sel kanker dibudidayakan di laboratorium. Ternyata dari 1.000 sel kanker 50%-70% bisa mati karena senyawa dalam anggur laut. "Jadi sel kankernya dimatikan alias dalam istilah kami itu apoptosis, yaitu kematian sel yang tertarget," jelasnya
Pada penyakit diabetes, senyawa dalam anggur laut, kata Fahrul, bisa menurunkan gula darah pada hewan coba. "Ternyata bisa menurunkan gula darah, kemudian menurunkan kolesterol jahat, meningkatkan kolesterol baik, kemudian gen-gen yang terkait dengan diabetes itu juga diperbaiki," ungkapnya.
BACA JUGA: Nikita Mirzani Ditahan Polisi Terkait Dugaan Kasus Pemerasan kepada Dokter
Tawaran Industri
Berkat temuan ini, sejumlah industri farmasi menawarkan kerja sama agar hasil penelitian dapat ditelurkan sebagai produk obat.
Namun Fahrul dan timnya masih melakukan sejumlah pertimbangan. "Ada beberapa memang industri farmasi yang ada di Indonesia itu mengontak saya. Ini kan baru ke hewan coba ya, jadi di uji klinis, baru nanti di uji klinis di manusia, baru bisa komersialisasi terdaftar di BPOM, kemudian bisa dirasakan untuk masyarakat, bisa beli, kemudian diresepkan oleh dokter," ungkapnya.
Dalam proses risetnya, Fahrul mengaku beberapa kali menemui hambatan. Secara umum ada dua kendala yang dihadapi Fahrul, pertama soal musim, kedua soal adanya kontaminan dalam sampel. Terkait musim, Fahrul menanganinya dengan menandai musim anggur laut yang bagus aatau secara bioteknologi bagaimana dikembangkan agar anggur laut bisa produksi sepanjang tahun. "Kedua adalah proses pengambilan, dan dari pengambilan sampai menjadi sampel, atau menjadi produk, itu ada namanya impurities, itu kaya kontaminan," ungkapnya.
Fahrul menambahkan temuannya ini tak hanya membantu penyembuhan kanker dan diabetes, juga berpotensi mengerek ekonomi pembudi daya anggur laut serta industri obat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Berikut 9 Nama Anggota Dewan Pers Terpilih untuk Periode 2025-2028, Ada Komaruddin Hidayat hingga Busyro Muqoddas
Advertisement
Ramadan, The Phoenix Hotel, Grand Mercure & Ibis Yogyakarta Adisucipto Siapkan Menu Spesial
Advertisement
Berita Populer
- Festival Ramadan di Halaman Parkir Makam Raja Kotagede Bisa Jadi Referensi Ngabuburit
- Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Hari Ini Selasa 4 Maret 2025, dari Stasiun Tugu, Lempuyangan hingga Ceper Klaten
- Jadwal Lengkap SIM Keliling di Sleman Bulan Maret 2025
- Waktu Imsak Jogja dan Sekitarnya Hari Ini Selasa 4 Maret 2025
- Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Selasa 4 Maret 2025: Stasiun Palur, Jebres, Balapan, Purwosari hingga Ceper Klaten
Advertisement
Advertisement