Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Arus Kali Celeng yang meninggi akibat hujan deras yang terjadi di wilayah Imogiri, Bantul pada Senin (10/3/2025). Dok. Ist (email)
Harianjogja.com, BANTUL–Hujan deras yang mengguyur wilayah Imogiri Bantul dan sekitarnya pada Senin (10/3/2025) siang menyebabkan luapan air di Kali Celeng.
Akibatnya, beberapa ruas jalan di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul, terendam banjir setinggi sentimeter. Meski demikian, air tidak sampai memasuki permukiman warga dan kini telah berangsur surut.
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro mengungkapkan, hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB dengan intensitas tinggi dan merata di berbagai wilayah, termasuk di kawasan hulu seperti Pleret dan Imogiri. Debit air yang meningkat menyebabkan Kali Celeng meluap, menggenangi sejumlah jalan utama.
"Air sempat naik ke jalan-jalan provinsi di Kucung, Nogosari 1, dan Nogosari 2. Namun, tidak sampai masuk ke pemukiman padat penduduk," ujar Susilo.
Sekitar satu jam setelah hujan reda, air mulai surut, dan warga langsung melakukan kerja bakti membersihkan jalan dari lumpur dan material bawaan banjir. Mereka menggunakan pompa air untuk memastikan jalan tidak licin dan tetap aman bagi pengguna.
Menghadapi kemungkinan banjir dan ancaman bencana susulan di musim penghujan ini, warga Wukirsari telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Menurut Susilo, warga yang tinggal di dekat sungai telah diminta untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan darurat.
Selain itu, sukarelawan juga sudah bersiap dengan peralatan seperti gergaji mesin dan logistik darurat untuk menghadapi kemungkinan terburuk, terutama jika hujan deras kembali turun dalam beberapa hari ke depan.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Bank BJB, Rumah Mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil Digeledah KPK
Kepala Seksi Operasi SAR DIY Bantul, Bondan Supriyanto menyebut, Kali Celeng yang melewati wilayah Wukirsari sempat mencapai ketinggian hampir 3 meter, mendekati bibir tanggul. Namun, ia memastikan kondisi tetap aman karena air cepat surut.
"Sungai memang penuh, tapi hanya mampir sebentar. Sekarang sudah aman, baik di Jambon maupun di wilayah lain seperti Pucung," jelas Bondan.
Namun, ia mengingatkan bahwa wilayah Imogiri bagian selatan, khususnya di sekitar Karangtengah, perlu lebih waspada karena merupakan daerah tumpahan air dari hulu. Di wilayah ini, proses surutnya air biasanya lebih lama dibandingkan daerah lain.
Meski banjir kali ini tidak sampai merusak rumah warga, Bondan menambahkan bahwa ancaman longsor perlu lebih diwaspadai. "Kalau banjir, airnya cepat surut. Yang lebih kami takutkan itu longsor, terutama di wilayah perbukitan seperti Piyungan, Wonolelo, dan Imogiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Kadin memfokuskan kontribusi pada konsumsi, investasi swasta, dan ekspor yang menopang 92 persen PDB Indonesia, menurut Anindya Bakrie.
Merasa bersalah saat beristirahat? Simak penjelasan psikolog tentang penyebab productivity guilt dan empat cara mengatasinya.
Genmuda ISRI mengusulkan 13 Juli menjadi hari libur nasional sebagai tindak lanjut pengakuan Hari Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Italia menetapkan siaga merah di 19 kota akibat gelombang panas ekstrem, sementara Spanyol mencatat lebih dari 3.800 kematian sejak awal tahun.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Mubadala Citi DC Open 2026 usai mengalahkan Andreja Klepac/Makoto Ninomiya di final.