PSS Sleman Vs Persik: Djoge dan Arda Alfareza Jadi Starter
PSS Sleman menurunkan Saiful Djoge dan Arda Alfareza sebagai starter saat menghadapi Persik Kediri dengan skema 4-4-2.
Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto ditemui pada Rabu (10/3/2025)./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Bakal dibuka secara fungsional pada Lebaran nanti, sejumlah indikator akan menjadi rujukan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas di jalan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani.
Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto menjelaskan Exit Toll Tamanmartani akan dibuka H-7 Lebaran.
Untuk arus mudik, jalur fungsional tersebut akan dibuka searah ke arah barat atau Jogja. Sementara untuk arus balik, jalur fungsional Prambanan-Tamanmartani dibuka searah ke arah Klaten atau Timur.
"Jadi pada H-7 itu hanya dilakukan untuk kendaraan Golongan I yang menuju arah Jogja. Kemudian, untuk arus baliknya, sebaliknya hanya diperuntukkan untuk kendaraan Golongan I dari arah Jogja menuju ke arah Klaten atau ke arah Solo," jelas Mulyanto ditemui, Rabu (19/3/2025).
Untuk operasionalnya, Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani akan dibuka fungsional pukul 06.00-17.00 WIB. Segmen Prambanan-Tamanmartani akan dibuka ketika Exit Toll Prambanan mengalami kepadatan kendaraan.
BACA JUGA: Angin Kencang Terjang Bantul, Tiga Rumah Rusak
Di Exit Toll Tamanmartani pada arus mudik, akan disiapkan ada bundaran sementara. Bundaran ini difungsikan untuk memecah arus lalu lintas dari arah selatan maupun arus lalu lintas yang dari arah utara. "Jadi dari exit toll itu tidak diperkenankan ke utara. Jadi, dari Exit Toll semua wajib ke kiri," ujarnya.
"Kendaraan yang mau ke utara nanti bisa melalui bundaran itu lanjut nantinya ambil jalan yang ke utara. Sementara yang ke selatan atau mungkin mau ke Klaten melalui Tulung itu bisa langsung ke arah selatan," terangnya.
Ada tiga indikator rekayasa lalu lintas di Exit Toll Tamanmartani. Indikator yang diterapkan berupa bendera hijau, kuning dan merah.
Mulyanto menjelaskan, bendera hijau berarti kendaraan di Exit Toll Tamanmartani sudah mencapai panjang satu kilometer. Kategori ini lanjut Mulyanto masih tergolong arus masih lancar dan terkenali.
Kemudian indikator bendera kuning berarti kendaraan di Exit Toll Tamanmartani telah mencapai jarak dua kilometer. Pada indikator ini sudah tergolong masuk hati-hati dan persiapan penerapan rekayasa lalu lintas. "Sudah hati-hati untuk persiapan kami dan rekayasa atau penarikan [kendaraan]," jelasnya.
Sementara indikator bendera merah kata Mulyanto menjadi penanda rekayasa lalu lintas berupa penarikan kendaraan dari arah tol dilakukan.
"Bendera merah ini berarti sudah kami harus memulai rekayasa atau penarikan dengan cara kami koordinasi dengan Jawa Tengah, dalam hal ini Satlantas Polresta Klaten untuk menutup arus yang menuju ke Exit Toll fungsional Tamanmartani untuk dialihkan atau dialirkan ke Exit Toll Jogonalan atau Prambanan," terang Mulyanto.
Indikator-indikator di atas, imbuhnya, akan diterapkan sehingga tidak terjadi kepadatan kendaraan arus lalu lintas di Exit Toll Tamanmartani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menurunkan Saiful Djoge dan Arda Alfareza sebagai starter saat menghadapi Persik Kediri dengan skema 4-4-2.
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Harga BBM 24 Oktober 2026 masih mengacu pada tarif September. Cek harga Pertalite, Pertamax, Dexlite, Shell, Vivo, dan BP-AKR.
Pemerintahan Donald Trump dikabarkan akan mencabut tarif 50 persen atas sejumlah barang Kanada menjelang pemilu sela Kongres AS.
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Erick Thohir menyampaikan surat Presiden Prabowo kepada Gianni Infantino sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan FIFA.