Kenalan TikTok Berujung Motor Raib di Mlati
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
Bek senior sekaligus kapten PSS, Fachruddin Aryanto saat berlatih bersama PSS./Istimewa -- PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman bakal kehilangan salah satu palang pintu pertahanannya Fachruddin Aryanto hingga akhir musim BRI Liga 1-2024/2025. Bek senior sekaligus kapten PSS tersebut dipastikan mengakhiri musim lebih cepat karena cedera lutut yang dideritanya.
Cedera lutut kanan yang dialami Fachruddin, ia dapatkan saat pertandingan kontra PS Barito Putera pada pekan ke-25 BRI Liga 1-2024/25, Senin (3/3/2025) silam. Dokter Tim PSS, Lutfi Afifuddin menjelaskan kala itu Fachruddin kudu ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera saat berlaga.
BACA JUGA: PSBS Biak Bertekad Amankan Kemenangan di Kandang Saat Jamu PSS Sleman
"Fachruddin juga langsung ditarik keluar setelah mengalami cedera tersebut. Saat ini kami sudah melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI), kemungkinan besar Fachruddin mengalami cedera Medial Collateral Ligament (MCL)," jelas Lutfi pada Rabu (19/3/2025) sore di Lapangan Pakembinangun, Sleman.
Sebelum dilakukan tindakan medis lebih lanjut, Fachruddin kini mendapatkan penanganan tim fisioterapi. Penanganan yang diberikan ini untuk mengurangi nyeri, membebaskan ruang gerak lutut dan mengurangi bengkak sebelum dilakukan tindakan operasi.
"Kami merencanakan untuk melakukan operasi pada lutut kanannya pada minggu depan. Bisa dipastikan untuk pemulihannya akan memakan waktu berbulan-bulan dan kemungkinan hingga akhir musim," tandasnya.
Lutfi mengajak seluruh suporter PSS untuk bisa mendoakan Fachruddin agar bisa segera sembuh dan kembali membela PSS. "Hal yang bisa kita lakukan sekarang adalah bersama-sama untuk mendoakan kesembuhan cedera Fachruddin. Semoga semua berjalan dengan lancar dan Ia bisa kembali memperkuat PSS," tukasnya.
Manajer PSS, Leonard Tupamahu menilai absennya Fachruddin hingga akhir musim merupakan pukulan telak bagi PSS. Namun di sisi lain ini juga menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan kapasitasnya mengisi pos yang ditinggalkan Fachruddin.
"Ya itu pukulan telak. Tapi kan pasti itu terjadi di semua tim sepak bola kan. Sekarang tinggal pemain-pemain yang ada, pemain muda ambil kesempatan itu untuk nunjukin bahwa dia juga pemain yang bisa diandalkan terutama di situasi-situasi seperti ini," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.