Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Wakil Walikota Jogja, Wawan Hermawan bersama beberapa pegiat industri kedai kopi, dalam Sharing And Learning Opportunities in Coffee yang digelar di Le Travail Coffee, Sabtu (22/3/2025)./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja berkomitmen mendorong perkembangan industri kedai kopi di Kota Jogja. Hal ini sebagai respons keberadaan kopi sudah menjadi lifestyle dan kebutuhan terutama di kalangan generasi muda.
Wakil Walikota Jogja, Wawan Hermawan mengakui kopi kini sudah jadi lifestyle dan kebutuhan. Hal tersebut menurutnya akan berdampak baik pada sektor ekonomi sekaligus wisata.
"Kedai kopi miliki potensi wisata. Lantaran kebutuhan akan kopi, sudah menjadi lifestyle di Kota Jogja. Dengan ragam konsep dan tema kopi yang beragam, hal ini bisa menarik masyarakat untuk memilih sesuai konsep yang mereka inginkan," ujarnya dalam Sharing and Learning Opportunities in Coffee yang digelar di Le Travail Coffee, Sabtu (22/3/2025) malam.
BACA JUGA: Hadir Bagi Pecinta Kopi, Astra Motor Yogyakarta Berkolaborasi dengan Space Roastery
Untuk itu, mendorong generasi muda untuk terjun di industri kopi, tak hanya sebagai penikmat tapi juga sebagai produsen. Pemkot Jogja, lanjutnya, juga rutin menggelar berbagai pelatihan kewirausahaan dengan tujuan memberikan bekal keterampilan kerja masyarakat, termasuk barista atau bisnis kedai kopi.
"Dengan ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan juga akan meningkatkan geliat ekonomi kerakyatan di Kota Jogja," katanya.
Wawan pun optimis industri di Kota Jogja akan semakin tumbuh. Keyakinan Wawan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya di Kota Jogja banyak terdapat anak muda yang kreatif. Selain itu, faktor pendukung lainnya adalah Kota Jogja juga dikelilingi banyak universitas.
"Pertumbuhan kedai kopi di Kota Jogja juga tidak lepas dari banyaknya kampus dan mahasiswa di Yogya. Sebab, tren di tengah mahasiswa saat ini, kafe atau kedai kopi telah menjadi tempat favorit untuk berkumpul, diskusi, hingga mengerjakan tugas," ujarnya.
Dengan berkembanganya industri kedai, ia mengatakan tagline untuk Kota Jogja yang disadur dari puisi Joko Pinurbo bisa saja bertambah. "Kalau sebelumnya tagline-nya adalah Jogja terbuat dari pulang, rindu, dan angkringan. Nah nanti ditambah, Jogja terbuat dari pulang, rindu, angkringan dan ngopi," katanya.
Acara yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Assosiasi Kopi Indonesia (ASKI) DIY-Jateng ini dihadiri puluhan pecinta, penggiat, dan pemilik kedai kopi. Ketua DPD ASKI DIY-Jateng, Rendy, mengungkapkan dengan acara tersebut diharapkan dapat terjalinnya kerjasama antar pengusaha kopi.
"Sehingga nantinya dapat terjadi kerjasama dan kolaborasi antar pengusaha kopi yang diharapkan dapat mendukung tumbuhnya industri kopi di Jogja," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Mitsubishi Pajero generasi kelima resmi diluncurkan 2 September 2026. Sasis Triton, mesin 2.4L biturbo, dan S-AWC siap tantang Land Cruiser. Simak spesifikasiny
Data Omdia: pengiriman panel HP bekas (rekondisi) melampaui HP baru untuk pertama kalinya. Simak penyebab tren ini dan prediksi masa depan pasar smartphone.
Borussia Dortmund melaju ke putaran kedua DFB Pokal setelah menghancurkan HEBC 5-0. Samuele Inacio mencetak dua gol dalam kemenangan tim asuhan Niko Kovac.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman memulai perjuangan di AVC Beach Continental 2026 dengan menghadapi Malaysia dan Kazakhstan. Indonesia memburu tiket Olimpiade Los A
Harga emas Antam di Pegadaian turun pada Rabu 2 September 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2,704 juta dengan buyback Rp2,428 juta.