Advertisement
Cegah Menjamurnya Pengamen Liar di Malioboro, Disbud Siagakan 190 Personel Jogomaton
Suasana dan aktivitas pedagang di Teras Malioboro Ketandan pada Kamis (16/1/2025). - Harian Jogja - Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan pengamen di kawasan Jalan Malioboro kerap kali menjadi keluhan bagi para wisatawan, utamanya pada momentum lebaran. Pengamen liar sering kali muncul dan memaksa wisatawan untuk memberikan sumbangan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja Yetti Martanti menyebut upaya penertiban akan dilakukan pada pelaku pengamen liar atau pengamen insidental di wilayah Malioboro. Tak hanya pengamen, penertiban juga akan gencar dilakukan pada pedagang kaki lima lantaran keberadaannya dilarang di kawasan Malioboro.
Advertisement
Dalam hal ini, pihaknya turut menggandeng Satpol PP Kota Jogja. Dia menambahkan sejauh ini belum ada pendataan soal berapa banyak pengamen liar yang kerap beraksi di Jalan Malioboro. Namun dia memastikan jika terjaring penertiban, maka pengamen akan dibawa ke UPT KCB Malioboro untuk dilakukan pembinaan.
"Begitu ada pengamen, kemudian kami bina pada waktu itu. Kemudian kamo lepaskan lagi, tapi tidak boleh lagi (mengamen) di Malioboro," tegas Yetti, Senin (24/3/2025)
Di sisi lain, Yetti mengatakan nantinya akan ada 190 petugas Jogomaton yang akan bertugas selama masa libur lebaran 2025. Tugasnya adalah melakukan imbauan kepada wisatawan untuk tidak merokok di Malioboro, menertibkan pengamen dan PKL bersama dengan Satpol PP, serta menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di tepian Jalan Malioboro.
"Petugas Jogomaton akan kami bagi menjadi tiga shift," ungkapnya.
Untuk mencegah menjamurnya pengamen liar, pihaknya telah mengakomodir para pengamen kawasan Malioboro menjadi beberapa grup. Grup ini lantas diberi wadah untuk tampil lewat gelaran Sekar Rinonce yang diinisiasi oleh Disbud Kota Jogja.
"Total ada 13 grup. Jadi dulu dari satu-satu itu lalu digrup-grupkan," ungkapnya
Yetti mengatakan para pengamen ini diberi kesempatan untuk tampil setiap hari di sekitar kawasan Jalan Malioboro baik di depan Pasar Beringharjo maupun di Teras Malioboro. Menurut Yetti, kegiatan Sekar Rinonce menjadi ajang untuk memberikan fasilitas panggung bagi para pengamen Malioboro. Selain itu, ini juga bisa menjadi daya tarik wisatawan di sekitar kawasan Malioboro.
"Jadi kalau misalnya itu (pengamen liar) ada, itu berarti di luar pendataan kami," ucapnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Jogna Octo Noor Arafat menyebut pihaknya akan mengerahkan 66 personel Jogobaran pada 30 Maret-6April 2025. Ini terdiri dari personel Satpol PP, Satlias, TNI, Polri, UPT KCB Malioboro, dan Paksi Katon. Beberapa ketugasan yang dilakukan terkait dengan patroli hingga penyampaian teguran peringatan dan persuasif kepada pengunjung ataupun PKL dan pengamen yang masih nekat beraksi di kawasan Malioboro.
"Kemudian kami juga akan melaksanakan pengamanan baik terbuka maupun tertutup," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
Advertisement
Advertisement








