WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi siswa baru - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial DIY tengah menyiapkan lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bantul. Program pemerintah pusat ini nantinya akan digunakan untuk memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak masyarakat miskin.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan saat ini pihaknya masih dalam proses pengusulan lokasi Sekolah Rakyat.
“Kebutuhannya luas tanah 5 sampai 10 hektare. Kami baru mengusulkan untuk kondisi lokus. Nanti akan ditindaklanjuti oleh pusat untuk survey dan pembangunan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Adapun lokasi yang disiapkan yakni di Kalurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul, dengan tanah seluas 5 hektare milik Pemda DIY.
“Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan pertama akses yang bagus, karena di pinggir jalan. Kemudian lahan itu bersertifikat, milik Pemda DIY,” katanya.
Sekolah Rakyat yang disiapkan Pemda DIY tersebut adalah sekolah tingkat SMA, dengan jumlah rombel enam di setiap angkatannya.
“Kenapa kami usulkan SMA, karena Bupati-Walikota juga mengusulkan, tingkat SD-SMP,” ungkapnya.
Namun jumlah rombel tersebut masih bisa berubah, sesuai hasil peninjauan Kementerian Sosial. Selain gedung sekolah, di Sekolah rakyat juga harus disediakan asrama. Para murid semuanya harus tinggal di asrama tersebut selama sekolah.
Selain menyiapkan lokasi, Dinas Sosial DIY juga menyediakan pengasuh dan pamong kelas. Sementara untuk guru dan kepala sekolah semuanya disiapkan oleh Pemerintah Pusat.
“Operasional juga semuanya dari pusat,” paparnya.
Dinas Sosial DIY juga akan menyediakan tempat untuk menyeleksi calon siswa Sekolah Rakyat.
“Targetnya untuk anak miskin desil 1 dan desil 2. Jadi harapannya mereka boleh miskin secara ekonomi, tapi bagaimana mental dan karakternya di bangun. Tujuannya memutus mata rantai kemiskinan,” ungkapnya.
Selain Sekolah Rakyat yang diusulkan Dinas Sosial DIY, di DIY juga akan dibangun Sekolah Rakyat usulan Kementerian Sosial.
“Lokasinya di Sonosewu. Itu nanti akan segera jalan. Karena lokasinya sudah siap, di situ akan di-launching 1 Juli 2025,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.