Advertisement
Belum 100 Hari Kerja, Hasto Wardoyo Pastikan Puluhan Depo Sampah Kota Jogja Sudah Kondusif
Depo Sampah Lempuyangan yang didokumentasikan pada 26 Maret 2025 - Harian Jogja - Alfi Annissa Karin
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya Pemkot Jogja dalam hal penuntasan problem sampah semakin hari semakin tampak progresnya. Beberapa depo sampah terlihat tak lagi menumpuk ataupun meluber. Jadwal pengangkutan sampah juga mulai tersistem usai digerakkannya para penggerobak atau transporter di masing-masing wilayah.
Belum genap 100 hari bekerja usai dilantik pada Februari 2025 lalu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memastikan 29 dari total 45 depo besar dan tempat pembuangan sampah (TPS) kecil sudah bersih. Sebanyak 15 TPS lainnya masih dalam upaya pembersihan. Targetnya, tak lama lagi seluruh depo akan bersih dari sampah, atau setidaknya tak ada lagi tumpukan sampah yang menggunung di depo sampah.
Advertisement
"Minggu ini ada ada kesempatan untuk membersihkan depo-depo kecil sebersih-bersihnya, tidak numpuk. Paling telat tanggal 11 April, semua depo sudah bersih," ujarnya, Rabu (9/4/2025).
Tak berhenti sampai di situ, dua minggu ke depan Pemkot Jogja akan mulai mengolah sampah secara real time. Dengan demikian sampah yang diolah bukan lagi sampah yang menumpuk.
Pengolahan sampah akan dilakukan pada sampah yang diproduksi hari itu juga. Secara akumulatif, produksi sampah harian di Kota Jogja sekitar 300 ton perhari. Ini akan diolah di beberapa unit pengolahan sampah yang sudah disiapkan oleh Pemkot Jogja.
"Kita akan coba mengolah sampah harian sambil menilai seberapa kemampuan kita mengolah sampah harian. Balance tidak antara kemampuan mengolah dengan produksi sampahnya. Saya akan buktikan itu minggu depan," katanya.
Hasto mengatakan setidaknya ada dua unit insinerator yang dioperasionalkan di Giwangan yang mampu mengolah hingga 30 ton sampah perhari. Ada pula beberapa insinerator milik Pemkot Jogja di TPA Piyungan yang mampu mengolah hingga 45 ton perhari.
BACA JUGA: Di Cokrodiningratatan Jogja, Hanya Sampah Residu Diangkut ke Depo
Selain memanfaatkan mesin insinerator, sampah juga diolah di TPS 3R Kranon dan Nitikan menjadi produk RDF. Keduanya mampu mengolah hingga 60 ton sampah perhari.
"Sudah diperkirakan sekitar 230 sampai 235 ton per hari itu akan siap untuk kita selesaikan sendiri. Kemudian masih ditambah kita kerja sama dengan Panggungharjo yang bisa 50 ton per hari sehingga kita ini juga memaksimalkan insinerator yang ada," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
Advertisement
Advertisement







