Tragis! Bocah SD di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Menyelamatkan Temannya
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
Pengendara melintas di tengah guyuran hujan di perempatan Gose Bantul, Kamis (10/4/2025). BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi 10-14 April di wilayah setempat. /Harian
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem di wilayah DIY termasuk Kabupaten Bantul, pada 10–14 April 2025.
Sejumlah wilayah disebut berpotensi terdampak banjir dan longsor, terutama Kapanewon Sedayu, Kasihan, Sewon, Banguntapan, Imogiri, dan Dlingo.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan, pihaknya dalam kondisi siaga menghadapi ancaman cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. “Kami selalu update dari BMKG dan segera sebarkan informasi ke pos-pos FPRB maupun pos-pos gardu darurat,” ujarnya, Kamis (10/4/2025).
Antoni menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga, khususnya di wilayah rawan bencana. “Jangan sampai masyarakat panik atau terpengaruh informasi yang tidak benar. Kalau memang cuaca menunjukkan gejala ekstrem, masyarakat yang tinggal di dekat sungai atau tebing sebaiknya segera mengamankan diri dan barang-barang penting,” katanya.
Panewu Imogiri, Slamet Santoso menyatakan, seluruh jajaran kewilayahan telah menerima instruksi siaga. “Kami sudah menyampaikan informasi ini kepada seluruh kelurahan. Semua komunitas relawan dan FPRB di wilayah kami telah aktif,” ucapnya.
Menurutnya, sejumlah titik rawan di wilayah Imogiri ada di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Karangtalun, Karangtengah dan Sriharjo. “Daerah yang dilalui aliran Kali Celeng juga sangat rentan karena jika intensitas hujan tinggi, hampir bisa dipastikan sungai akan meluap ke kanan dan kiri,” jelas Slamet.
Salah satu infrastruktur rawan yang menjadi perhatian adalah jembatan di atas Kali Celeng yang menghubungkan Imogiri ke arah Mangunan. Slamet mengungkapkan, bagian atas jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan akibat banjir besar pada awal Maret lalu.
BACA JUGA: Status Darurat Bencana Hidrometeorologi di DIY Diperpanjang hingga 8 Mei 2025
“Pagar pengaman jembatan sudah ambrol. Air meluap hingga ke halaman Polsek dan masjid di sekitarnya. Kami sudah koordinasikan dengan PUPR untuk perbaikan,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang bakal terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama beberapa hari kedepan dari 10 hingga 14 April 2025 mendatang.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan saat ini terpantau adanya “siklonik” di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera yang mengakibatkan terbentuknya wilayah “konvergensi” (daerah pertemuan/perlambatan massa udara) di sepanjang Pulau Jawa.
“Kondisi ini berpotensi menambah massa udara dan dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Jawa khususnya di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata dia saat dihubungi harianjogja.com, Kamis (10/4/2025).
Warjono menjelaskan pada periode 10-14 April 2025 potensi kelembaban udara di lapisan 1.5 – 3.5 km berkisar antara 70% – 97% yang dapat menambah potensi pertumbuhan awan hujan.
“Waspada potensi cuaca ekstrem dan dapat menimbulkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.