Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Aktivitas Bus Akap yang ada di Terminal Tipe C Semin di Kapanewon Semin. Selasa (15/4/2024) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas didalam Terminal Tipe C Semin Gunungkidul didominasi oleh bus antar kota antar provinsi (Akap). Pasalnya, untuk keluar masuk kendaraan angkutan pedesaan sudah jarang ke terminal ini.
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto mengatakan, Terminal Semin berstatus Tipe C. Sesuai dengan ketentuan, terminal dengan tipe ini berfungsi melayani armada angkutan pedesaan.
Meski demikian, ia tidak menampik, saat sekarang untuk angkudes sudah sangat jarang karena hampir mati suri karena maraknya kendaraan pribadi. “Masih ada aktivitas seperti carteran, tapi beroperasinya tidak setiap hari. Untuk saat ini, juga tidak ada kewajiban masuk ke terminal,” kata Sigit, saat dihubungi, Selasa (15/4/2025).
BACA JUGA: PAW 3 Lurah di Gunungkidul Belum Bisa Terlaksana, Ini Alasan Pemkab
Menurut dia, ketiadaan aktivitas angkutan membuat fasilitas di terminal menjadi sepi. Oleh karena itu, sejak beberapa tahun terakhir digunakan beraktivitas Perusahaan Otobus (PO) Akap parkir di dalam terminal.
“Hanya untuk parkir dan yang ditarik retribusi parkir saja. Bisa dibilang sebagai garasi darurat bagi PO yang tidak memiliki garasi karena selain parkir, juga ada persiapan pengecekan kondisi bus sebelum pemberangkatan,” ungkapnya.
Sigit menambahkan, setiap harinya tak kurang dari enam armada bus Akap dari berbagai PO yang parkir di Terminal Semin. Ia pun memastikan bus-bus parkir yang masuk juga memiliki izin trayek jurusan sampai ke Semin.
“Memang Semin sejak dulu sudah jadi pusat pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul, selain Wonosari dan Playen. Apalgi lokasinya berbatasan dengan Jawa Tengah sehingga banyak bus antar provinsi yang masuk,” katanya.
Salah seorang warga Semin, Eli Santoso mengatakan, wilayah Semin sejak lama sudah dikenal sebagai tempat pemberangkatan maupun tujuan bus Akap. Ia mengingat pada saat SMP pada tahun 80an, banyak bus-bus tujuan Jakarta yang parkir dan mengangkut penumpang di Semin.
“Saya masih ingat, dalam sehari ada PO bus yang memberangkatkan enam bus Akap ke Jakarta,” katanya.
Menurut dia, untuk sekarang aktivitas bus Akap masih ada, namun tidak seramai era 2000an ke bawah. “Masih ada tapi tidak banyak. Mungkin keberadaan angkutan sudah banyak tergantikan oleh kendaraan pribadi sehingga berpengaruh terhadap angkutan bus penumpang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Sebanyak 9.000 onthelis dan onthelista dari berbagai penjuru Indonesia memeriahkan rangkaian International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.