Lansia Hilang 9 Hari di Paliyan Ditemukan Tewas Dekat Luweng Ngeleng
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat menerima gelar dari Keraton Yogyakarta di Kagungan Dalem Bangsal Ksatriyan, Selasa (22/4/2025). Ist/pemkabgunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih mendapatkan gelar baru dari Keraton Yogyakarta. Prosesi penyerahan berlangsung di Kagungan Dalem Bangsal Ksatriyan, Selasa (22/4/2025).
Setelah mendapatkan surat kekancingan ini, maka Mbak Endah secara resmi menjadi Abdi Dalem dengan gelar Nyi Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Sari Bekti Argani SE, MP. Penyerahan gelar diberikan secara langsung oleh KPH Wironegoro.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ngarso Dalem Sri Sultan HB X yang telah memberikan gelar dan selanjutnya, saya juga merangkap sebagai Bupati Gunungkidul,” kata Mbak Endah dalam Bahasa Jawa seperti dikutip, Rabu (23/4/2025).
Dia menjelaskan, keikutsertaannya dalam prosesi wisuda sebagai abdi dalem merupakan sebagai bentuk partisipasinya dalam melestarikan budaya. Endah memastikan, tidak ada paksaan karena niatan menjadi abdi di Keraton Yogyakarta murni berasal dari dirinya sendiri.
“Saya ikuti prosesinya dari awal sampai akhir. Sebelum diwisuda, saya juga sudah melalui persiapan, baik lahir maupun batin, dengan berbagai pelatihan mulai dari langkah-langkah dan pakem sesuai dengan adat dan tradisi di Keraton,” ungkapnya.
Dia berharap dengan adanya gelar baru sebagai abdi dalem, bisa mempelajari pakem-pakem budaya keraton yang baik dan benar. Komitmen ini sebagai bentuk pelestarian sehingga bisa disebarluaskan ke Masyarakat, salah satunya melalui tugas pokok dan fungsi di dinas kebudayaan.
“Saya akan mengajak seluruh jajaran di lingkup pemkab untuk mengabdikan diri dan mendaftar sebagai abdi dalem. Ke depannya, kepala Organisasi Perangkat Daerah [OPD] bisa menjadi contoh sebagai abdi dalem,” katanya.
Di sisi akademis, Mbak Endah juga sudah mendapatkan gelar Magister Pertanian yang diraih dari Universitas Diponegoro. Prosesi wisuda berlangsung pada 6 Februari 2025.
Ketetapan kelulusan tertuang dalam Surat Nomor:A46 /UN7.F5/AK/XI1/2024, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Di surat ini dinyatakan Endah Subekti Kuntariningsih adalah mahasiswa Fakultas Peternakan Dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang lulus sebagai Magister Pertanian (M.P) tertanggal 24 Desember 2024.
Jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) sebanyak 42, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00. Ia mengakui sengaja mengambil spesialis jurusan pertanian karena melihat potensi pertanian di Gunungkidul yang luar biasa.
“Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa memberikan manfaat untuk kemajuan pertanian di Gunungkidul,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Normalisasi Sungai Jogja dipercepat. Pemkot menargetkan Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong rampung dalam dua tahun dengan penataan bantaran.
Tips liburan murah ke Jogja untuk backpacker, mulai transportasi, penginapan, kuliner, hingga destinasi wisata hemat dan ramah anggaran.
Kasus fraud digital meningkat seiring lonjakan transaksi. Industri keuangan mengandalkan AI untuk mendeteksi penipuan lebih cepat dan akurat.
Penerbangan Muscat-Medan resmi dibuka. Rute SalamAir diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara dan Danau Toba.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 5 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.