Penembakan Gedung Putih, Pelaku Tewas Ditembak Agen AS
Dinas Rahasia AS memastikan pelaku penembakan di dekat Gedung Putih tewas setelah baku tembak dengan agen keamanan. Donald Trump dilaporkan aman.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada peluncuran akselerasi Cek Kesehatan Gratis di Bantul, DIY. Jumat (25/4/2025). Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Untuk percepatan program pemerintah dalam layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, Pemkab Bantul meluncurkan akselerasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah.
"Hari ini kami meluncurkan CKG bagi ASN yang ini nanti akan kami kembangkan ke masyarakat, ASN kita dahulukan karena jumlahnya banyak sekitar 8.200 orang yang akan dilakukan cek kesehatan gratis," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai peluncuran di Bantul, Jumat (25/4/2025).
Menurut dia, akselerasi CKG bagi ASN ini akan dilaksanakan mulai tanggal 28 April sampai 25 Mei. Setelah menyasar para ASN nantinya akan dilanjutkan untuk para perangkat kelurahan atau pamong yang ada di kalurahan.
"Dan hasilnya nanti akan ada advokasi advokasi lebih lanjut setelah hasil lab pemeriksaan kesehatan ini diketahui, kemudian ini nanti akan terus kita kembangkan sampai ke bawah, sampai ke pamong setelah itu masyarakat," katanya.
Melalui Program CKG ini, kata Bupati, nantinya agar peta kesehatan masyarakat Kabupaten Bantul itu bisa diketahui secara lebih akurat, tidak hanya perkiraan berapa yang memiliki potensi kolesterol tinggi, gula darah yang tinggi, dan lain sebagainya.
"Sehingga bagi pemerintah ini penting karena ASN memang harus sehat, karena kesehatan itu bisa menjamin keberlangsungan kegiatan kegiatan pemerintahan dan layanan publik di Bantul," katanya.
BACA JUGA: Juru Parkir di Seluruh Jogja Ditargetkan Bakal Bisa Pakai QRIS
Bagi ASN yang yang ingin melakukan CKG bisa mendaftar lewat aplikasi untuk kemudian menjawab pertanyaan tentang kesehatan di aplikasi untuk dimasukkan datanya, setelah itu melakukan cek darah secara manual di fasilitas kesehatan.
"Sehingga data tentang kesehatan ASN yang sebanyak 8.200 orang itu akan akurat bisa dipertanggungjawabkan, nanti tahap kedua kita kembangkan terus. Aplikasi ini penting sehingga kita bisa dengan cepat mengetahui peta potensi penyakit yang ada di Bantul," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan akselerasi CKG bagi ASN ini dilaksanakan mulai 28 April sampai 25 Mei, tapi setelah itu Dinkes Bantul akan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis ini sesuai dengan arahan presiden.
"Jadi nanti di satu bulan awal ini kita sasaran bagi ASN dengan target 4.000 orang, setelah itu yang lain juga akan dilayani setelah bulan Mei. Setahun ini kita targetkan masyarakat Bantul bisa semuanya dilayani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dinas Rahasia AS memastikan pelaku penembakan di dekat Gedung Putih tewas setelah baku tembak dengan agen keamanan. Donald Trump dilaporkan aman.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.