Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Taman Gunungkidul di Perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Kapanewon patuk Gunungkidul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Handayani. Pasalnya, prosentase peningkatan belum sesuai dengan yang ditargetkan.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini mengatakan, ada komitmen dari Pemkab untuk terus berupaya meningkatkan IPM. Pasalnya, torehan yang diraih di 2024 mencapai 72,14 termasuk pada status tinggi.
Meski demikian, ia mengakui, capaian ini masih kalah dengan torehan yang diraih oleh kabupaten/kota di Provinsi DIY. “IPM Gunungkidul masih paling rendah dibandingkan dengan kabupaten kota di DIY,” kata Endang, Selasa (29/4/2025).
Selain itu, berdasarkan dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024, peningkatan IPM masih belum sesuai target. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gunungkidul di 2023 ditargetkan mencapai nilai 73.
Kendati demikian, kata Endang, target ini belum bisa dicapai karena di 2024 hanya mencapai 72,14. “Masih harus ditingkatkan agar bisa mencapai target yang dicanangkan,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan IPM di Gunungkidul, ia mengaku anggota DPRD sudah mebuat rekomendasi ke bupati. Upaya yang bisa dilakukan dengan meningkatkan kerjasama lintas Organisasi Perangakat Daerah (OPD), seperti pelibatan Dinas Kebudayaan untuk mendorong para orang tua yang masih buta huruf untuk mengikuti program Kejar Paket A.
“Akses layanan Pendidikan ini bisa digencarkan melalui kegiatan kesenian,” katanya.
Selain itu, juga ada upaya peningkatan fasilitas sekolah, pemerataan kualitas sekolah, kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini juga termasuk kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Yang tak kalah penting, juga perlu penguatan serta monitoring dan evaluasi kualitas dan pemerataan pendidikan dari tataran SD sampai dengan SMP,” kata politikus PDI Perjuangan ini.
Sebelumnya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, terus berkomitmen untuk meningkatkan IPM di Bumi Handayani. Langkah nyata yang dilakukan dengan melaksanakan Wulan Panutan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) guna bisa tertib administrasi kependudukan dengan memperbaiki data kependudukan sesuai dengan kondisi terkini.
Menurut dia, pembaharuan data kependudukan yang tertera dalam Kartu Keluarga sangat penting untuk mendukung peningkatan IPM. Sebagai contoh, pada saat ada anaknya yang sudah SMA, namun di KK masih tertulis Pendidikan SD maka akan dilakukan perbaikan data.
“Ternyata dengan perbaikan data Pendidikan sesuai kondisi terkini, tidak hanya untuk tertib adminduk. Tapi, juga menjadi bagian dari membantu pemkab dalam upaya peningkatan IPM,” kata Endah.
Diharapkan program ini bisa menjadi contoh yang baik sehingga bisa diikuti Masyarakat secara luas. “Tentu ada program lain untuk meningkatkan IPM di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.