Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Warga SDN 1 Ungaran Jogja membacakan deklarasi kampanye peduli lingkungan dan bebas sampah dalam peringatan Hari Bumi di sekolah setempat, Rabu (30/4/2025) Dokumentasi Istimewa (email)
Harianjogja.com, JOGJA - Sekolah di Kota Jogja punya cara tersendiri untuk ikut serta dalam mengatasi persoalan sampah. Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April setiap tahunnya dijadikan momentum untuk mendeklarasikan kampanye bebas sampah di lingkungan sekolah dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SDN 1 Ungaran Jogja, Sudarmadi mengatakan, Hari Bumi bukan sekadar seremoni tahunan, tapi telah ditetapkan sebagai hari jadi sekolah yang dirayakan setiap tahun. Langkah ini, menurutnya, merupakan upaya menanamkan kesadaran pada anak sejak dini agar terbentuk budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami ingin anak-anak dari kelas 1 sampai kelas 6 terbiasa menjaga bumi. Ini bukan program sesaat, tapi pembiasaan agar kelak menjadi karakter,” ujar Sudarmadi, disela peringatan Hari Bumi di sekolah setempat, Rabu (30/4/2025).
Komitmen sekolah terhadap kebersihan dan pengurangan sampah juga diterapkan secara bertahap. Sekolah menerapkan kebijakan membawa wadah makan dan minum sendiri, serta mewajibkan siswa membawa pulang kembali sampah kemasan yang mereka bawa. Sejak Jogja menetapkan status darurat sampah, SDN 1 Ungaran telah meniadakan plastik sekali pakai di kantin dan menggantinya dengan bahan yang ramah lingkungan.
Peringatan Hari Bumi di sekolah itu juga dijadikan sebagai momentum meneguhkan komitmen warga sekolah terhadap pelestarian alam. Disela kegiatan, dilakukan pembacaan deklarasi kampanye peduli lingkungan oleh para pelajar dan pelopor sekolah, yang isinya komitmen dan mengajak untuk menjaga kebersihan, menghemat energi, dan merawat bumi sebagai rumah bersama.
Peringatan ini mendapat apresiasi dari para orang tua murid. Edi Hardianto, salah satu wali murid menilai perayaan Hari Bumi yang dikemas secara kreatif mampu membangkitkan rasa tanggung jawab anak-anak terhadap alam.
“Kegiatan ini sangat positif karena mengajarkan anak-anak peduli lingkungan dengan cara menyenangkan. Ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan stakeholder lainnya,” ujarnya.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Jogja, Mujino menyebut, pendidikan karakter ramah lingkungan harus dimulai sejak usia dini dan tidak bisa bersifat instan. “Maka kami tunggu aksi nyata anak-anak sekalian 10 sampai 20 tahun ke depan. Kalau sekarang sudah dilatih, kelak mereka akan jadi generasi yang bisa menyelamatkan bumi dari kerusakan,” ujarnya.
Peringatan Hari Bumi di SDN 1 Ungaran Jogja juga dimeriahkan dengan ragam penampilan budaya, pembagian bibit tanaman, penebaran bibit ikan, edukasi permainan anak tradisional, bazar kuliner dan fesyen show lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.