Advertisement
Kopdes Merah Putih di Kulonprogo Ditargetkan Pertengahan Juni Sudah Berdiri
Logo Koperasi Indonesia. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Pemkab Kulonprogo menargetkan pada Pertengahan Juni Koperasi desa (Kopdes) Merah Putih di wilayahnya sudah berdiri. Meskipun saat ini, belum ada satu pun Kopdes Merah Putih di Kulonprogo yang berdiri.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati menjelaskan, pekan ini baru dilakukan sosialisasi baru pada pekan depan sampai akhir Mei persiapan musyawarah kalurahan atau muskal. Setelah Muskal akan dilanjutkan dengan proses badan hukum Kopdes Merah Putih.
Advertisement
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Bakal Gelontor Rp3 Juta per Kopdes Merah Putih
Menurutnya, ditargetkan awal sampai pertengahan Juni sudah selesai sehingga terbentuk Kopdes Merah Putih. “Insha Allah terbentuk semua di kalurahan Kulonprogo,” katanya, Jumat (16/5/2025).
Dia mengaku, selama ini tidak ada kendala atau permasalahan berarti terkait pembentukan Kopdes Merah Putih. Dalam prosesnya bekerja sama dengan para notaris di Kulonprogo untuk memudahkan pembentukan badan hukumnya. Itu agar memudahkan, hubungan antara notaris dengan para lurah di Kulonprogo dalam menyiapkan berkas syarat pembuatan badan hukumnya.
“Hubungan baik dengan notaris sehingga dalam sosialisasi di kapanewon diajak,” sambungnya. Lanjut Iffah, membeberkan, seluruh Kopdes Merah Putih di Kulonprogo membuat baru. Bukan dari koperasi yang sudah ada lantas direvitalisasi.
Menurutnya, itu sudah menjadi komitmen para lurah lantaran dari pengecekan koperasi yang ada tidak bisa memenuhi jadi Kopdes Merah Putih. “Koperasi-koperasi yang ada itu anggotanya lintas kalurahan,” tuturnya. Sedangkan sesuai aturannya Kopdes Merah Putih anggotanya harus warga kalurahan setempat karena berkaitan dengan pendanaan dari APBKal.
Pendirian Kopdes Merah Putih bersumber dari APBD Kulonprogo. Berdasarkan Juklak dari pusat yang mandatori dari Kopdes Merah Putih terdiri dari lima gerai. Di antaranya gerai sembako, pergudangan, apotek obat murah, simpan pinjam, dan kearifan lokal lain desa setempat. Iffah mengungkapkan, dalam pengembangannya untuk kearifan lokal desa setempat disesuaikan dengan kecenderungan ekonominya.
“Pokdarwis dan desa wisata bisa menjadi potensi kearifan lokal yang bisa bekerja sama atau menjadi bagian Kopdes Merah Putih,” tuturnya. Permodalan Kopdes Merah Putih mendapat dari Himbara sehingga bisa membantu pengembangan desa wisata.
Lurah Sidorejo, Lendah Sutrisna menambahkan, Kopdes Merah Putih di wilayahnya juga sedang dalam proses. Di wilayahnya membuat baru yang sekarang prosesnya sedang dalam mencari anggota. “Sebelum 8 Juni bisa berdiri,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menkeu Tunggu BNPB Ajukan Dana Tambahan untuk Banjir Sumatera
Advertisement
KA Panoramic Kian Diminati, Jalur Selatan Jadi Primadona
Advertisement
Berita Populer
- Kelurahan Rejowinangun Jogja Kembangkan Sabun Power Liquid
- Pakar UGM Ingatkan Industri Wisata DIY Waspadai Cuaca Ekstrem 2025
- Hari Disabilitas Internasional, Pendidikan Khusus Hadapi Kendala Finan
- Kejati DIY Tahan 3 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank BUMN
- Anomali NPL Bongkar Kredit Fiktif BUMN di Bantul, Kerugian Miliaran
Advertisement
Advertisement



