Advertisement
Kalurahan Mangunan Bantul Siap Implementasikan Koperasi Merah Putih, Ini Rinciannya

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, mulai menyosialisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai bagian dari program prioritas nasional di wilayahnya.
Lurah Mangunan, Aris Purwanto menyatakan proses pembentukan akan dilanjutkan dengan pramusyawarah kelurahan (pramuskal) dan musyawarah khusus (muskalsus) yang dijadwalkan serentak akhir Mei 2025.
Advertisement
“Ini program prioritas Presiden yang harus dijalankan di kalurahan. Kami akan mengikuti regulasi dan ini jadi harapan potensi baru untuk mengungkit ekonomi dari sektor pertanian dan perkebunan,” kata Aris, Kamis (22/5/2025).
Menurutnya, Kalurahan Mangunan telah lama mengembangkan sektor pertanian dari lahan perkebunan rakyat yang dulunya kurang produktif menjadi lahan yang kembali dikelola dan dimanfaatkan. “Dulu masyarakat mulai meninggalkan peternakan, tapi sekarang sudah mulai bangkit lagi. Bahkan tahun ini kami bisa swasembada beras,” ungkapnya.
Dari target kebutuhan sekitar 500 ton beras per tahun, Mangunan berhasil memproduksi lebih dari 880 ton. “Ada surplus 380 ton. Ini jadi bukti bahwa pertanian Mangunan sudah berkembang dengan baik,” tambahnya.
Terkait dengan implementasi KMP, Aris menyebut seluruh kelembagaan desa akan digabungkan dalam satu manajemen koperasi.
BACA JUGA: Remaja 14 Tahun di Kulonprogo Meninggal Dunia Kecelakaan Motor Dini Hari
“Mulai dari pengelola wisata, kelompok kegiatan (pokgiat), RT, kelompok tani (poktan), sampai gabungan kelompok tani (gapoktan), semua akan menjadi anggota Koperasi Merah Putih,” jelasnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Among Karsa Bantul, Andi Sulistyo menyebut bahwa Bamuskal di wilayah DIY siap mendukung pembentukan koperasi ini sebagai bagian dari program Pemerintah Pusat
“Beberapa kalurahan sudah mulai musyawarah kelurahan untuk pembentukan KMP dan program ketahanan pangan. Kami dari Bamuskal mengundang semua stake holder terkait dengan dalam pramuskal, sebelum nantinya masuk ke muskal resmi,” ujarnya.
Namun, Andi juga menyoroti pentingnya kepastian hukum bagi koperasi yang akan dibentuk. “Kami ingin ada aturan yang jelas dan payung hukum yang kuat agar koperasi ini bisa berdiri dan berjalan secara legal,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Halte KRL Jogja-Solo Akan Dibangun di Dekat Kampus UNS Solo, Begini Kondisi Lokasinya
Advertisement

Berikut Sejumlah Destinasi Wisata Berbasis Pedesaan di Bantul
Advertisement
Berita Populer
- KAI Daop 6 Jogja Beri Apresiasi Pembeli Tiket Terbanyak KA Taksaka
- Pabrik Garmen di Ngaglik Terbakar, Produksi Bakal Dipindah untuk Mencegah PHK Karyawan
- ASPD Tingkat SD di Kota Jogja Selesai, Tidak Ada Permasalahan dan Aduan
- Peraturan Bupati Telah Diterbitkan, Ini Cara Mendapatkan Kompensasi Ternak Mati di Gunungkidul
- Cara Menghitung Nilai Gabungan SPMB 2025, Jadi Syarat Bisa Lolos SMA Negeri di Jogja
Advertisement