Regrouping SDN Hargomulyo Ditolak, DPRD Minta Duduk Bersama
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
TKP kejadian pekerja yang tertemper kereta api sedang dievakuasi, Senin (26/5/2025) pukul 02.00 WIB. Istimewa Humas Polres Kulonprogo -
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pria beralamat Grobogan, Jawa Tengah meninggal dunia usai tertemper kereta api di Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo. Peristiwa nahas tersebut terjadi Senin (26/5/2025) pukul 02.00 WIB. Korban kecelakaan kereta itu berada di sekitaran rel karena sedang bekerja.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko membeberkan, korban inisial P yang saat menjelang kejadian sedang bekerja pada proyek milik PT KAI. Menurutnya, korban bekerja bersama rekan-rekan lainnya untuk membersihkan beton bekas bantalan rel kereta api di jalur perlintasan yang masuk Kapanewon Sentolo.
BACA JUGA: PT KAI Dukung Penyelidikan Insiden Kecelakaan KA Malioboro Ekspres Tewaskan 4 Orang
"Ketika pekerjaan selesai hendak istirahat, korban bermaksud mengambil air minum dan berjalan pada rel jalur perlintasan kereta ke arah Wates," katanya, Senin (26/5/2025).
Nahasnya tanpa disadarinya melintas kereta api Malioboro Ekspres di perlintasan tempat P berjalan hendak mengambil minum. Korban berusia 24 tahun tersebut tidak sempat menyelamatkan dirinya termasuk rekan-rekan pekerja lainnya.
"Korban sedang berjalan kaki di rel tertemper KA Malioboro Ekspres sehingga mengakibatkannya terpental ke kanan rel arah Wates," sambungnya.
Sarjoko mengungkapkan, korban sampai terpental 15 meter dari TKP berjalan kaki. Masinis KA Malioboro Ekspres menginformasikan kejadian tersebut ke Stasiun Sentolo. Lantas diteruskan laporannya ke Polsek Sentolo dan langsung mendatangi TKP kejadian bersama Inafis dan PMI Kulonprogo.
"Korban mengalami luka cidera berat di kepala dan patah tulang sehingga meninggal dunia di TKP," ungkapnya.
Untuk evakuasi korban dibawa ke RSUD Nyi Ageng Serang. Sementara ini sedang berkoordinasi dengan keluarga korban untuk penanganan selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal dan masih di atas normal. Masyarakat diminta tak beraktivitas dalam radius 3 km.
KPK memeriksa mantan Pj Bupati Muara Enim Henky Putrawan sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.
PMI Bantul mengirim satu personel ke NTT dan membuka donasi untuk membantu kebutuhan dasar korban gempa, seperti makanan dan obat-obatan.
Lumbung Mataraman Giripeni mendapat revitalisasi Rp500 juta dari Danais DIY 2026 dengan pola dana bergulir untuk memperkuat ketahanan pangan.
Puan Maharani menegaskan Gedung DPR RI terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk melalui rapat paripurna.