Kuota Sertifikasi Halal Gratis DIY Ditutup Akhir Mei 2026
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
Ilustrasi kobra./Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Petugas dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kabupaten Kulonprogo mengevakuasi ular kobra dari rumah warga. Diduga ular tersebut sebelum ditangkap Damkar menewaskan 11 ekor ayam.
Kepala Seksi Damkarmat BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto menjelaskan, laporan ular kobra tersebut diterimanya Sabtu (31/5/2025) pukul 18.45 WIB.
BACA JUGA: Petugas Damkarmat Kulonprogo Evakuasi Ular di Pengasih
Laporannya dari seorang warga Kaliwangan, Temon Wetan yang mendapati ada ular kobra saat hendak mengambil ember di dapurnya. "Ketika itu mulai turun hujan mau ambil ember di belakang tiba-tiba di hadapan pelapor ada dua ekor ular kobra," katanya, Minggu (1/6/2025).
Chris mengungkapkan, warga langsung melaporkan kepadanya melalui sambungan telpon untuk meminta tolong dievakuasi ular tersebut. Sejumlah petugas Damkarmat langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi ular kobra tersebut. Menurutnya, awalnya petugas hanya fokus mengevakuasi satu ekor saja.
"Saat satu ekor sudah tertangkap ternyata petugas menemukan satu ular kobra lainnya sehingga total ada dua yang dievakuasi dari rumah tersebut," sambungnya. Beruntungnya kesigapan petugas Damkarmat sehingga ular kobra yang berbisa itu tidak membahayakan proses jalannya evakuasi. Chris menuturkan, dari pengakuan terlapor memang sudah mencurigai ada ular.
"Kecurigaan itu karena merasa aneh beberapa hari ada ayam mati tanpa luka," ungkapnya.
Bahkan, total ayam yang mati mencapai 11 ekor mulai dari babon, betina sampai yang ayam jago. Setiap mati tanpa ditemukan bekas gigitan di ayam. Kini penyebab utama ayam mati tersebut sudah dievakuasi Damkarmat.
Dua ekor ular kobra yang berbisa sangat berbahaya itu akan diserahkan ke yayasan Sioux. "Sioux itu lembaga swadaya yang beranggotakan pecinta ular," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.