68 Foto Jurnalistik Ramaikan Pameran Merdeka di Nol KM Jogja
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Sejumlah kapal nelayan bersandar di Pantai Depok, Bantul, Rabu (11/6/2025). Sebagian nelayan di Pantai Bantul memilih tetap melaut meski terdapat imbauan gelombang tinggi dari BMKG.
Harianjogja.com, BANTUL – Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan waspada terhadap potensi gelombang tinggi di perairan selatan DIY, sebagian nelayan di Pantai Selatan Bantul tetap memilih melaut seperti biasa.
Nelayan Pantai Depok Setiya Rohman mengatakan kondisi gelombang pada Selasa (11/6/2025) pagi masih tergolong normal. Saat dikonfirmasi, ia mengaku tetap melaut seperti biasa. “Masih melaut,” katanya.
BACA JUGA: Gelombang Laut Naik hingga 4 Meter, Nelayan Gunungkidul Diminta Waspada
Menurutnya, kondisi gelombang di Pantai Depok beberapa hari terakhir memang cukup tinggi berkisar satu sampai dua meter, tapi tergolong masih bisa dilewati nelayan untuk menangkap ikan.
Petugas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok, Kusadiman membenarkan bahwa sebagian nelayan masih turun ke laut. Namun jumlahnya tidak banyak. “Tidak banyak, sebab ikannya sulit. Kalau bulan Juni biasanya paceklik,” jelasnya.
Menurut Kusadiman, keputusan untuk tetap melaut lebih dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi. “Mereka tetap melaut karena sudah pekerjaannya begitu. Tidak pengaruh gelombang besar atau kecil. Kalau sekiranya gelombang masih bisa dilewati, pasti mereka tetap berangkat,” ujarnya.
Sebelumnya, BMKG mengingatkan agar masyarakat dan nelayan mewaspadai kondisi cuaca ekstrem dan terus memantau informasi terbaru demi keselamatan bersama.
BMKG memperkirakan gelombang laut di perairan selatan DIY, termasuk wilayah Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo, dapat mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter hingga 12 Juni 2025. Hal ini dipengaruhi oleh bibit siklonik 92W yang terpantau di perairan timur Filipina dan menyebabkan dominasi angin timuran.
“Pola angin timur mendominasi pola cuaca di sebagian besar wilayah Jawa, termasuk DIY, sehingga memengaruhi ketinggian gelombang beberapa hari ke depan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Jogja, Warjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
KMP Putri Yasmin dinyatakan laik laut sebelum terbakar di Selat Lombok. Pemerintah menyoroti verifikasi manifest penumpang.
Tiga Sekolah Rakyat di DIY merayakan HUT ke-81 RI bersama di Kulonprogo untuk membangun kebersamaan dan percaya diri siswa.
Bugatti Tourbillon resmi meluncur sebagai penerus Chiron dengan mesin V16 8,3 liter, tenaga 1.800 PS, dan kecepatan hingga 445 km/jam.
Prabowo dan Gibran menyaksikan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas, menampilkan parade kendaraan hias dan program prioritas pemerintah.