DBD di Jogja Tercatat 83 Kasus, Warga Diminta Waspada
Kasus DBD di Jogja mencapai 83 hingga awal Oktober 2026. Dinkes memperkuat PSN dan mengingatkan warga mewaspadai musim hujan.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo meninjau pembuangan sampah liar di Sungai Buntung pada Senin (16/6/2025).
Harianjogja.com, JOGJA–Tumpukan sampah terjadi di Sungai Buntung, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menambah trash barrier untuk mencegah sampah terbawa arus sungai.
“Kita harus memasang trash barrier. Kita lihat ada sampah dari hulu yang terkumpul di sini,” katanya saat meninjau lokasi tumpukan sampah di Sungai Buntung, Senin (16/6/2025).
Hasto menilai trash barrier mampu mencegah sampah yang berasal dari sungai di sisi hulu terbawa arus hingga ke hilir. Karena itu, dia mendorong agar ada penambahan trash barrier di sana.
Selama ini Pemkot Jogja telah memasang empat trash barrier di dua sungai sejak awal Mei 2025. Namun, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan trash barrier tersebut terbawa arus sungai. Saat ini hanya ada satu trash barrier yang masih terpasang di Sungai Code, dekat Jembatan Sayidan.
Hasto menilai perlu ada tambahan trash barrier untuk mampu mengantisipasi sampah sungai agar tidak terbawa ke sisi hilir. Dia pun meminta DLH Kota Jogja menambah empat trash barrier di dua sungai tersebut.
BACA JUGA: Jadwal dan Tarif Bus Sinar Jaya Joja ke Parangtritis Bantul dan Baron Gunungkidul
Setelah trash barrier terpasang, menurutnya, pihaknya akan memberdayakan warga setempat untuk menjadi petugas kebersihan yang membersihkan aliran sungai setempat.
“Kalau trash barrier terpasang, nanti sampah diambil pasukan orange untuk [dibuang] ke depo atau tempat pemilahan sampah,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian Lingkungan Hidup, DLH Kota Jogja, Feri Edi Sunantyo mengaku masih ditemukan timbunan sampah di sungai wilayah Kota Jogja. Dalam sebulan ada sekitar 6 ton sampah basah dan sekitar 3 ton sampah sungai yang ditemukan di sungai wilayah Kota Jogja dalam sebulan.
Dia pun menilai keberadaan trash barrier dapat digunakan untuk mencegah tumpukan sampah terbawa ke sungai sisi hilir.
“Dengan adanya pemasangan seperti ini [trash barrier] kita bisa mengidentifikasi sampah dari mana,” katanya.
Sementara Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat menyampaikan pihaknya sulit menindak pelaku pembuangan sampah ke sungai. Karena itu dia mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sana.
“Ini [pencegahan pembuangan sampah ke sungai] butuh kesadaran semua pihak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Jogja mencapai 83 hingga awal Oktober 2026. Dinkes memperkuat PSN dan mengingatkan warga mewaspadai musim hujan.
Perpres Nomor 27 Tahun 2026 mengatur biaya aplikasi ojol maksimal 8%, perjanjian kemitraan, jaminan sosial, dan layanan pengaduan.
Bedah buku DPAD DIY dan DPRD DIY di Sleman mengulas pentingnya tidur cukup, gizi seimbang, aktivitas fisik, dan kebebasan bereksplorasi untuk mendukung kecerdas
DJP mencatat 5,5 juta transaksi digital senilai Rp10 triliun melalui SPP-TDLN. Sebanyak 30 bank dan fintech ditargetkan bergabung sebelum November 2026.
Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly menegaskan rekrutmen TNI AD gratis dan memperingatkan oknum calo yang menjanjikan kelulusan berbayar.
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.