DPRD Jogja Soroti Target Parkir Dishub, Minta Sistem Diubah
DPRD Jogja meminta target retribusi parkir Dishub disesuaikan kondisi riil 731 titik parkir agar potensi pendapatan lebih optimal.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo meninjau pembuangan sampah liar di Sungai Buntung pada Senin (16/6/2025).
Harianjogja.com, JOGJA–Tumpukan sampah terjadi di Sungai Buntung, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menambah trash barrier untuk mencegah sampah terbawa arus sungai.
“Kita harus memasang trash barrier. Kita lihat ada sampah dari hulu yang terkumpul di sini,” katanya saat meninjau lokasi tumpukan sampah di Sungai Buntung, Senin (16/6/2025).
Hasto menilai trash barrier mampu mencegah sampah yang berasal dari sungai di sisi hulu terbawa arus hingga ke hilir. Karena itu, dia mendorong agar ada penambahan trash barrier di sana.
Selama ini Pemkot Jogja telah memasang empat trash barrier di dua sungai sejak awal Mei 2025. Namun, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan trash barrier tersebut terbawa arus sungai. Saat ini hanya ada satu trash barrier yang masih terpasang di Sungai Code, dekat Jembatan Sayidan.
Hasto menilai perlu ada tambahan trash barrier untuk mampu mengantisipasi sampah sungai agar tidak terbawa ke sisi hilir. Dia pun meminta DLH Kota Jogja menambah empat trash barrier di dua sungai tersebut.
BACA JUGA: Jadwal dan Tarif Bus Sinar Jaya Joja ke Parangtritis Bantul dan Baron Gunungkidul
Setelah trash barrier terpasang, menurutnya, pihaknya akan memberdayakan warga setempat untuk menjadi petugas kebersihan yang membersihkan aliran sungai setempat.
“Kalau trash barrier terpasang, nanti sampah diambil pasukan orange untuk [dibuang] ke depo atau tempat pemilahan sampah,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian Lingkungan Hidup, DLH Kota Jogja, Feri Edi Sunantyo mengaku masih ditemukan timbunan sampah di sungai wilayah Kota Jogja. Dalam sebulan ada sekitar 6 ton sampah basah dan sekitar 3 ton sampah sungai yang ditemukan di sungai wilayah Kota Jogja dalam sebulan.
Dia pun menilai keberadaan trash barrier dapat digunakan untuk mencegah tumpukan sampah terbawa ke sungai sisi hilir.
“Dengan adanya pemasangan seperti ini [trash barrier] kita bisa mengidentifikasi sampah dari mana,” katanya.
Sementara Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat menyampaikan pihaknya sulit menindak pelaku pembuangan sampah ke sungai. Karena itu dia mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sana.
“Ini [pencegahan pembuangan sampah ke sungai] butuh kesadaran semua pihak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta target retribusi parkir Dishub disesuaikan kondisi riil 731 titik parkir agar potensi pendapatan lebih optimal.
China melaju ke final AVC Continental 2026 setelah mengalahkan Iran 3-0. Tuan rumah akan menghadapi Thailand di partai puncak.
Sejarah pajak ternyata sudah ada sejak sekitar 3.000 SM di Mesir Kuno. Begini cara Firaun memungut pajak berdasarkan lahan dan hasil panen.
Ingin membeli HP bekas? Simak cara membandingkan prosesor Snapdragon, Dimensity, dan Exynos berdasarkan generasi, CPU, GPU, AI, hingga kondisi perangkat.
Klasemen MotoGP 2026 berubah setelah Marc Marquez menang Sprint Aragon. Marc naik ke posisi ketiga dengan 212 poin, hanya empat angka dari Bezzecchi.
Barcelona membatalkan seremoni penghormatan delapan pemain juara Piala Dunia 2026 di Camp Nou. Keputusan diambil di tengah ketegangan politik di Catalonia