Mahasiswa dari 17 Negara Belajar Kelola Sampah Langsung di Jogja
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Pelatihan pengolahan sampah rumah tangga menggunakan biopot yang digelar Pemerintah Kelurahan Gedongkiwo, beberapa waktu lalu. - Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja memiliki cara kreatif dalam mengolah sampah organik yang bisa dilakukan masing-masing rumah tangga.
Lurah Gedongkiwo, Sunu Sari Husada, mengatakan di wilayahnya digencarkan pengolahan sampah organik menggunakan biopori dalam pot, atau yang dikenal dengan biopot. Ia mengklaim, metode pengolahan sampah seperti ini di Kota Jogja dipelopori oleh Kelurahan Gedongkiwo sejak beberapa tahun lalu.
“Alhamdulillah, bisa menyelesaikan masalah sampah rumah tangga. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengolah sampah organik selesai di rumah tangga masing-masing,” ujar Sunu, Rabu (18/6/2025).
Dijelaskan Sunu, dalam metode ini menggunakan pipa paralon yang diberi lubang. Sedangkan, salah satu ujungnya dibiarkan berlubang, dan ujung lainnya diberi penutup. Selain paralon, bisa menggunakan bahan alternatif lain seperti botol, bambu, dan kaleng.
Bagian biopot yang berlubang-lubang kemudian ditanam di dalam tanah dalam pot tanaman. Namun, harus menyisakan bagian atas paralon untuk dipasang tutup.
BACA JUGA: Heboh Pungutan Paguyuban Orang Tua Siswa, SMPN 1 Piyungan Bantul Sebut Tidak Memaksa
Sunu menjelaskan, metode biopot ini bisa digunakan untuk berbagai sampah organik seperti kulit buah, potongan sayur segar, dan sisa makanan. Beberapa benda dilarang dimasukkan ke dalam biopot seperti logam, plastik, dan cairan kimia.
Saat ini, banyak warga Gedongkiwo yang telah familiar dengan metode pengolahan sampah sederhana ini. Pihaknya juga rutin menggelar pelatihan pengolahan sampah organik yang banyak dihadiri masyarakat setempat.
Dengan adanya pengolahan sampah mandiri di tingkat rumah tangga, Sunu berharap permasalahan sampah tidak terjadi lagi di Kelurahan Gedongkiwo. “Wilayah kami telah bebas dari tumpukan sampah liar sejak beberapa bulan terakhir,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.