Jelang Tahun Ajaran Baru, Ini Risiko Inflasi di Jogja 2026
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA– Sejumlah pedagang di pasar rakyat masih menjual beras dengan merek yang diduga oplosan untuk menghabiskan stok. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja meminta pedagang tidak menyetok lagi.
Sebelumnya pemerintah mencatat beberapa merek yang diduga oplosan antara lain Sania, Sovia, Fortune, dan Siip. Beras tersebut diduga merupakan campuran beras premium dan medium.
BACA JUGA: 6.000 KK di DIY Dicoret dari Penerima Bantuan Pangan Beras 10 Kg
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan, Disdag Kota Jogja, Evi Wahyuni menyampaikan hingga kini pihaknya masih menemukan beberapa pedagang pasar rakyat yang menjual beras dengan merek yang diduga dioplos tersebut.
“Kemarin pedagang hanya menghabiskan stok yang ada dan untuk selanjutnya kami minta untuk tidak purchasing order [PO] merek-merek itu dulu,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, untuk merek-merek beras yang yang diduga dioplos dan masih dijual pedagang masih diminati masyarakat. Dia pun mengaku tidak ada masyarakat yang mengeluhkan kualitas dari merek beras tersebut.
Dia mengaku seluruh merek beras yang dijual selama ini, antara lain merek beras yang diduga dioplos maupun merek beras lokal DIY memiliki peminat masing-masing. Sehingga menurutnya, penjualan beras-beras tersebut berimbang.
“Semuanya diminati masyarakat. Beras premium sudah ada pelanggan tersendiri. Beras medium, premium, maupun curah pun juga punya peminat tersendiri,” imbuhnya.
Sejauh ini menurut Evi, pedagang yang masih menghabiskan ketersediaan beras dengan merek yang diduga dioplos tersebut hanya beberapa.
Sementara Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan, Disdag Kota Jogja, Sri Riswanti menuturkan pihaknya masih menemukan beras premium yang dicampur dengan beras medium.
Dalam campuran tersebut, ditemukan beras yang pecah atau patah. Meski begitu menurutnya beras tersebut masih sesuai dengan ambang batas. “Beras medium yang dicampur premium masih aman karena beras pecah atau patah dari beberapa sample tidak ditemukan yang melebihi ambang batas 15%,” katanya.
Sementara itu menurutnya kuantitas beras tersebut pun masih sesuai dengan ukuran yang tertulis pada kemasan. "Untuk gramasi selisih sampel yang diuji semua memenuhi syarat 5.000 gram untuk kemasan beras 5 kilogram. Bahkan saat kemasan dibuka masih aman gramasinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.