Pendapatan Daerah Kulonprogo Susut Rp105 Miliar, DPRD Soroti Prioritas
Penurunan kapasitas fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2026 Kabupaten Kulonprogo menjadi perhatian serius DPRD. Pemkab tidak boleh men
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Koperasi desa merah putih (KDMP) di Kabupaten Kulonprogo sampai sekarang belum ada yang beroperasi meskipun sudah dilaunching presiden, Senin (21/7/2025) lalu. Alasannya pengoperasian tersebut baru akan dilakukan setelah launching lagi di tingkat kabupaten oleh Pemkab Kulonprogo pada Rabu (23/7/2025).
Baru setelahnya efektif beroperasi melakukan kegiatan usaha yang sesuai lokalitas kalurahannya masing-masing. Adapun jumlah KDMP di Kulonprogo mencapai 88 sesuai jumlah kalurahan yang ada. Pengawas Koperasi Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop) Kulonprogo, Nurhadi Rahmanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya masih ada satu launching lagi baru setelah itu akan efektif beroperasi.
"Karena secara simbolis SK Kumham diserahkan ke pengurus koperasi besok, Rabu [23/7/2025] saat dilaunching oleh pemkab," ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Sementara itu, dari sejumlah lurah yang dikonfirmasi Harianjogja.com pun menyatakan demikian. Sekarang KDMP baru terbentuk dan baru akan beroperasi setelah dilaunching oleh Pemkab Kulonprogo.
Selain itu, sejumlah lurah yang dikonfirmasi juga mengungkapkan, belum ada pemberian penyertaan modal ataupun dana talangan dari dana kalurahan yang diberikan untuk KDMP. Bahkan dana desa pun belum ada yang dikucurkan kepada KDMP.
"Dana kalurahan baru ke luar untuk sebatas pendukung makan dan minum rapat selama proses pembentukan KDMP. Kurang lebih itu memakan dana sekitar Rp500 ribu," ucap Lurah Banyuroto, Sudalja.
Dia menilai, belum adanya suntikan modal dari kalurahan untuk KDMP karena masih nunggu launching dan masih menunggu regulasi yang jelas. Sementara ini belum bisa mengekspektasikan untuk peminjaman modal melalui Bank Himbara.
Hal senada disampaikan Lurah Banaran, Haryanta. Menurutnya juklak dan juknis KDMP belum jelas. Namun, sudah melakukan komitmen kesanggupan advokasi pendampingan. "Termasuk dana juga nanti terkait KDMP. Terkait Himbara juga belum jelas," ucapnya.
Kegiatan KDMP Banaran sudah diproyeksikan bergerak dalam pengelolaan limbah usaha perikanan. Nantinya limbah tersebut diperuntukan sebagai pupuk cair.
Kepala DisperinkopUKM Kulonprogo, Iffah Mufidati menuturkan, kegiatan usaha KDMP akan dimulai sesuai kemampuan masing-masing. Tentunya dengan perhitungan usaha yang dijalankan pasti dan aman. "Harus terukur secara kemampuan modal dan prospek pasar. Seperti misalnya terkait pangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kapasitas fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2026 Kabupaten Kulonprogo menjadi perhatian serius DPRD. Pemkab tidak boleh men
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin, tapi tak peduli gelar juara. Ia fokus ke pengembangan motor dan kemenangan. Simak pernyataan lengkap
Lazio resmi putus kontrak sponsor Rp360 miliar dengan Polymarket setelah platform dinyatakan ilegal di Italia. Klub tetap terima pembayaran penuh musim ini, tap
Rio de Janeiro terpilih jadi tuan rumah peluncuran MotoGP 2027 di Pantai Botafogo, 21 Februari. Seluruh tim dan pembalap hadir, sambut era mesin 850cc.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.