Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja menyatakan penurunan alokasi anggaran Dana Keistimewaan (Danais) tidak berpengaruh terhadap program pembangunan di Kota Jogja.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja mencatat alokasi anggaran Danais tahun 2025 berkurang dari Rp44,2 miliar menjadi Rp43,6 miliar. Perubahan alokasi anggaran tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) terkait efisiensi belanja negara.
Ketua Tim Kerja Perencanaan Pendanaan Keistimewaan dan Non APBD Bappeda Kota Jogja, Arief Eka Tirtakusuma menegaskan penurunan alokasi danais tidak berpengaruh pada proyek strategis Pemkot Jogja. Pasalnya sejumlah proyek strategis menggunakan APBD Kota Jogja tahun 2025.
BACA JUGA: Bayah Banten Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,3, Belum Ada Laporan Kerusakan
“Kalau perubahan pembangunan strategis enggak ada. Jadi kami nanti melihat sebelum menentukan yang strategis yang mana, kita melihat konstruksi pendanaan. Jadi memang kalau diumumkan dengan dana secara total sendiri turun, ya tentu ada imbasnya ke pemerintah kota dan kabupaten,” ujarnya Rabu (23/7/2025).
Alokasi Danais tertinggi tahun ini digunakan untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kota Jogja. Pembangunan rusunawa tersebut mencapai Rp5,3 miliar. Namun, tender tersebut ditetapkan dengan nilai di bawah pagu tersebut dengan nilai kesepakatan menurun sekitar Rp900 juta.
“[Pembangunan rusunawa] Mungkin ada beberapa adjustment [terkait pembangunan rusunawa], tetapi bukan hal pokok,” katanya.
Ia memperkirakan ada beberapa perubahan dalam pembangunan rusunawa tersebut meski tidak mengubah seluruhnya layout bangunan. “Fungsi masih kita pertahankan, karena mereka [pemenang tender] menawarkan harga segitu,” ujarnya.
Adapun anggaran Danais terbesar kedua dialokasikan untuk penanganan stunting dengan alokasi Rp100 juta per kelurahan atau total alokasi anggaran untuk 45 kelurahan mencapai Rp4,5 miliar. Alokasi anggaran tersebut dapat diakses kelurahan mulai Mei 2025.
Selanjutnya penggunaan danas untuk pembangunan area connecting parkir dari Pasar Beringharjo ke Tempat Parkir Ketandan mencapai Rp200 juta. "Kemudian ada pula alokasi untuk urusan keudayaan dari Rp33,1 miliar. Alokasi tersebut akan digunakan untuk menggelar berbagai event kebudayaan tahun ini, salah satunya penyelenggaraan Rumah Jaringan Kota Pusaka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.