PSEL Jogja Masuk Tahap Baru, Pematangan Lahan Dimulai Agustus
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Jajaran manajemen PSIM Jogja saat memaparkan situasi klub saat media gathering di Wisma PSIM, Baciro, Jogja, pada Rabu (30/7/2025). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA–Kepastian soal kandang PSIM Jogja pada Super League 2025/2026 semakin menemui titik terang. Manajemen kini telah fokus menjajaki Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai kandang alternatif, di samping Stadion Maguwoharjo Sleman yang masih terkendala izin pemakaian.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, Wendy Umar menjelaskan, assesmen SSA telah dilakukan pada Rabu (23/7/2025) lalu. Ia mengatakan, hasil asesmen SSA menunjukkan hasil baik, tanpa ada masalah sigifikan pada bangunan stadion.
BACA JUGA: Dirut PSIM Jogja Liana Tasno Akui Belum Puas pada Pramusim Jelang Super League
Wendy juga mengungkapkan bahwa laga PSIM di SSA Bantul bisa dihadiri dengan penonton, meskipun tidak dengan kapasitas maksimal. Ia pun belum bisa memastikan jumlah penonton, dan baru akan dilakukan pengukuran ulang terkait kapasitas stadion tersebut.
“Dari hasil asesmen, Stadion Sultan Agung bisa digunakan dengan penonton. Namun, tidak dalam kapasitas maksimal,” ujar Wendy saat dihubungi awak media dan manajemen PSIM, Rabu (30/7/2025).
“Kalau kita lihat, bahwa kapasitas SSA ada di 35.000 penonton. Tapi nantinya kita juga lihat dari proporsi bahwa satu seat itu kira-kira 50 cm, nanti kita coba pengukuran ulang,” sambungnya.
Meskipun mulai fokus dengan SSA, panpel juga masih mengusahakan Stadion Maguwoharjo sebagai alternatif homebase lainnya. Pihaknya masih berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dapat memberikan izin kepada PSIM agar dapat menggunakan stadion yang juga menjadi kandang PSS Sleman tersebut.
“Sekarang kita masih menunggu undangan dari Pemkab Sleman terkait dengan pengajuan kita. Mudah-mudahan kita doakan bersama, harapan kita Pemkab Sleman memberikan izin kepada PSIM sehingga kita juga bisa ber-homebase di Maguwoharjo,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PSIM, Yuliana Tasno menuturkan manajemen mendapat arahan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X agar tetap berkandang di wilayah DIY. Arahan inilah yang membuat pihaknya memperjuangkan Stadion Maguwoharjo atau SSA, mengingat Stadion Mandala Krida Jogja yang belum memenuhi standar Super League.
“Ngarsa Dalem memberikan amanah PSIM jangan dibawa keluar. Kita kan punya stadion di dalam (wilayah), kenapa tidak pinjam saja,” jelas Liana terkait arahan gubernur.
Liana mengatakan manajemen juga mendapat bantuan dari Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo yang mengusahakan PSIM bisa berkandang di Bantul. Ia menyebut, Hasto turut membantu manajemen terhubung dengan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih untuk bisa menggunakan SSA.
“Saya terima kasih sekali karena sudah dibantu oleh Pak Hasto, karena disambungkan ke Pemkab Bantul. Terus Pak Halim akhirnya juga mau bantu PSIM,” ungkap Liana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.