Pajak dan Retribusi DIY Direvisi, DPRD Berharap Tarif Tak Naik
Perda pajak dan retribusi DIY direvisi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. DPRD berharap perubahan aturan tidak menaikkan tarif.
Suasana Kompleks DPRD DIY, Selasa (12/8/2025). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA - Komisi D DPRD DIY mendorong agar tambahan anggaran sebesar Rp3 miliar yang dialokasikan pada setiap komisi dapat dimanfaatkan secara tepat, khususnya untuk kegiatan sosialisasi. Alokasi ini dibahas dalam pembahasan KUA-PPAS 2026 bersama perangkat daerah terkait.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB. Dwi Wahyu, menyebut dana tersebut perlu digunakan secara efektif agar memberikan manfaat nyata. Menurutnya, dana tambahan ini dapat dialokasikan untuk kegiatan sosialisasi.
“Ketika konsultasi bersama TAPD, setiap komisi mendapat tambahan dana Rp3 miliar. Ini harus dialokasikan dengan baik, seperti misalnya kegiatan sosialisasi,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Ia menekankan, selain mempertimbangkan beban kerja, kekuatan sumber daya manusia (SDM) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) juga harus diperhitungkan. Perencanaan detail dianggap penting agar penggunaan anggaran tidak menyimpang dari tujuan.
BACA JUGA: Ketua Komisi A DPRD DIY Sebut Pemblokiran Rekening PPATK Kebijakan Keliru
Diungkapkan pula penjelasan teknis dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang menyebutkan, tambahan anggaran Rp3 miliar akan dibagi menjadi tujuh dengan nilai paket sekitar Rp9 juta per kegiatan, mengikuti pola pada perubahan anggaran sebelumnya.
Meski demikian, Dwi Wahyu mengingatkan agar kegiatan sosialisasi memperhatikan potensi penolakan dari masyarakat, terutama terkait isu-isu yang masuk dalam daftar larangan atau negative list.
“Konsekuensinya, nanti ketika akan mengadakan sosialisasi terus terhadap negative list. Ini sebetulnya penentangan orang lain perlu diperhatikan, dan tidak boleh bertentangan dengan PMK,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi D, Anton Prabu Semendawai, mengusulkan metode sosialisasi yang lebih efisien. “Paling tidak kita tetap bisa memberikan sosialisasi ataupun kegiatan edukasi ke masyarakat, contohnya mungkin bisa juga melalui podcast,” katanya.
Menurutnya, podcast dapat dilakukan di gedung DPRD dengan menghadirkan perwakilan legislatif dan dinas terkait tanpa melibatkan banyak peserta, sehingga lebih hemat sumber daya. Ia menambahkan, format sosialisasi bisa disesuaikan dengan karakteristik masing-masing OPD, seperti video edukasi atau pelatihan, dengan alokasi anggaran yang proporsional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perda pajak dan retribusi DIY direvisi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. DPRD berharap perubahan aturan tidak menaikkan tarif.
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Paspor hilang dikenai biaya beban Rp1 juta di luar biaya paspor baru. Simak syarat, prosedur, dan ketentuan penggantian paspor.
Belanda berencana memangkas 25.000 posisi PNS hingga 2035. AI, penyederhanaan aturan, dan efisiensi birokrasi menjadi bagian dari strategi.
KPK menyita Rp2 miliar dari BR dalam penyidikan dugaan korupsi digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018–2023.
Ambulans Yayasan Lazia Pioner LHI dilempar pemotor di Gamping, Sleman. Pintu kendaraan penyok dan polisi memburu terduga pelaku.