Advertisement
SMPN 1 Pakem Terima Perpus Digital, Akses untuk Umum
Perpustakaan / ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—SMPN 1 Pakem menerima hibah perangkat perpustakaan digital dari Centratama Group dan Habitat for Humanity Indonesia, yang kini juga dapat diakses masyarakat umum setelah mendaftar sebagai anggota.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan masyarakat umum bisa ikut menggunakan fasilitas perpustakaan digital itu. Hanya saja, masyarakat perlu mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu.
Advertisement
“Bukan cuma sekolah saja, masyarakat sekitar bisa ikut memanfaatkan,” kata Shavitri ditemui di SMPN 1 Pakem, Jumat (21/11/2025).
Diseminasi bahan bacaan lewat perpustakaan digital sebenarnya telah dilakukan oleh Dispusip Sleman. Sebagai contoh, digital literacy corner (DLC) di Bumi Sembada mengusung konsep semua ruang adalah perpustakaan. Dalam mencapai tujuan itu, Dispusip kemudian menyebar stiker dengan kode bar (barcode). Pembaca akan diarahkan ke sistem perpustakaan digital dengan koleksi 10.000 buku dengan 5.000 judul.
BACA JUGA
“Dengan adanya contoh perpustakaan digital di SMPN 1 Pakem, kami harap ke depan bisa banyak sekolah yang punya. Digital library bisa dimanfaatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Digital lab tetap bisa dipakai masyarakat umum. Tapi, tetap mendaftar jadi anggota,” katanya.
Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, mengatakan pendirian perpustakaan digital itu merupakan wujud dari pengentasan kemiskinan. Habitat yang memiliki fokus pada penurunan angka kemiskinan dari sisi intervensi hunian memiliki kaitan juga dengan acara kali ini. “Intinya mulai dari rumah. Dari rumah, kita membicarakan kesehatan, pendidikan, kebutuhan hidup,” kata Handoko.
Handoko menambahkan, Habitat for Humanity bisa membangun ribuan rumah dalam sekali program. Fasilitas pendukung seperti sekolah perlu mendapatkan dukungan. Sekolah membutuhkan perpustakaan digital.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan kehadiran perpustakaan digital tidak hanya menambah fasilitas belajar bagi siswa, namun juga menjadi magnet untuk meningkatkan minat siswa dalam dunia literasi. Danang berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Semaju apa pun teknologi, apabila tidak dimanfaatkan, tidak ada gunanya,” katanya.
Rencana Alokasi APBD Butuh Kajian
Disinggung mengenai potensi pendirian perpustakaan digital bersumber APBD, ia mengaku perlu ada kajian. Kajian ini berhilir pada manfaat dan hasil yang terukur.
“Apakah ada peningkatan literasi dan kunjungan di perpustakaan atau tidak? Kalau tidak, ya percuma. Ini kan sarana, sebagai alat. Pada akhirnya tergantung manusianya,” katanya.
Danang memastikan, apabila memang ada respons yang bagus dan terbukti bisa meningkatkan literasi pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mengalokasikan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz di Tengah Blokad
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







