Sampah Menggunung di DAM Winongo, Irigasi Sawah Tersendat
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjoga.com, BANTUL – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mencatat ada 96.072 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdata dalam Sistem Informasi Data Perdagangan, Koperasi, UKM dan Industri (SiDAKUI) per akhir Juli 2025. Namun, 38,83 persen di antaranya atau sekitar 37.305 pelaku usaha masih belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUKMPP Bantul, Dendy Sulistyo Wibowo mengatakan, data tersebut bersumber dari pelaku UMKM yang telah menginputkan usahanya di platform SiDAKUI, yang dapat diakses publik melalui sidakui.bantulkab.go.id. Meski demikian, data Kementerian Koperasi dan UKM yang bekerja sama dengan BPS menyebut jumlah UMKM di Bantul bisa mencapai 247.000 unit.
BACA JUGA: Rahasia Gerabah Kasongan Bertahan di Tengah Ketatnya Persaingan
“Dari total yang sudah terdata di database kami, yang telah memiliki NIB baru 58.767 atau 61,17 persen. Sisanya masih belum berlegalitas formal,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Pihaknya terus mendorong pelaku UMKM yang belum memiliki NIB untuk segera mengurusnya melalui sistem perizinan OSS (Online Single Submission) di oss.go.id. Persyaratan utamanya, kata Dendy, cukup sederhana, yakni memiliki KTP, nomor HP, dan email aktif.
BACA JUGA: Transaksi Bantul Creative Expo 2025 Tembus Rp2,2 Miliar
Legalitas usaha, menurut Dendy, memberi manfaat signifikan, seperti kemudahan akses program pemerintah, pendampingan usaha, serta peluang mendapatkan pembiayaan dan pasar yang lebih luas. “Dengan NIB, pemerintah bisa memberi dukungan yang lebih terarah untuk pengembangan usaha,” jelasnya.
DKUKMPP Bantul juga rutin menggandeng OPD terkait maupun pihak non-pemerintah untuk mengadakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembuatan NIB, termasuk bagi pelaku usaha muda yang belum memiliki KTP dengan memanfaatkan identitas orang tua.
“Ini memang butuh waktu dan sumber daya besar, karena jumlah UMKM yang belum punya NIB masih puluhan ribu,” pungkas Dendy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.